NTT Tambah 3 Miliar Rekonstruksi Gempa Alor

0
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Nusa Tenggara Timur Tini Thadeus. (ist)
SERUKUPANG.COM, Kupang РKepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Nusa Tenggara Timur Tini Thadeus mengatakan pemerintah provinsi telah menambah anggaran sebesar Rp3 miliar untuk rekonstruksi kerusakan akibat gempa bumi di Kabupaten Alor pada 2015.

“Penambahan bantuan anggaran dari provinsi itu untuk pembangunan sejumlah sekolah di Alor yang rusak parah akibat gempa,” kata Tini Thadeus kepada wartawan di Kupang, Senin (6/11).

Ia menjelaskan gempa bumi yang mengguncang Kabupaten Alor denhan kekuatan 6,2 skala richter pada November 2015 telah mengakibatkan kerusakan lebih dari seribu bangunan di antaranya rumah warga, gedung sekolah, rumah ibadah, gedung perkantoran, serta infrastruktur jalan dan jembatan.

Bangunan rusak itu tersebar di tujuh kecamatan yaitu Alor Timur, Alor Timur Laut, Alor Selatan, Alor Tengah Utara, Lembur, Pureman, dan Teluk Mutiara.

Pascagempa itu, pemerintah pusat melalui Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BPBN) telah menyalurkan bantuan hingga Rp39,5 miliar untuk rekonstruksi.

“Bantuan pusat itu sudah realisasi dari tahun lalu untuk perbaikan jalan, perkantoran dan infrastruktur lainnya yang rusak akibat gempa,” katanya.

Tini Thadeus menyebut total bantuan untuk perbaikan infrastruktur maupun kondisi sosial ekonomi masyarakat di Kabupaten Alor yang terdampak gempa mencapai Rp42 miliar lebih.

Ia berharap bantuan rekonstruksi tersebut bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk pemulihan daerah setempat sehingga kondisi sosial ekonomi bisa kembali berlangsung normal.

Lebih lanjut, ia mengatakan sebagian besar wilayah NTT berada dalam kondisi rawan bencana seperti gempa bumi, tsunami, cuaca buruk, kekeringan, dan lainnnya.

Untuk itu, BPBD telah menyalurkan stok bantuan ke berbagai kabupaten seperti makanan siap saji, selimut, selendang, pakaian bayi, tenda atau terpal.

Berbagai bantuan itu sebagai stok yang dibagikan sesuai dengan laporan kebutuhan dari setiap daerah di NTT untuk persediaan bantuan akibat bencana yang mendadak.

“Ada juga bantuan yang didrop langsung dan BNPB pusat seperti bencana kebakaran di Kampung Tarung, Sumba Barat berupa satu kontainer logistik, jadi baik provinsi maupun pusat tetap ada stok bantuannya,” katanya. (ara/ant)

Loading Facebook Comments ...
loading...