Oknum Dewan Kocar-Kacir

0
Ilustrasi
Ilustrasi (Anung W/Seru Jambi)
SERUJAMBI.COM, Jambi – Para oknum anggota DPRD Provinsi Jambi kocar-kacir, tentunya mereka  disibukkan dengan agenda memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), terkait dengan operasi tangkap tangan (OTT) suap ‘ketok palu’ APBD Provinsi Jambi beberapa waktu lalu. Tercatat ada 15 anggota termasuk para pimpinan dewan yang berangkat ke Jakarta menghadap penyidik KPK ini.
Meski tidak semua anggota dewan yang terlibat. Tapi, aktivitas di Gedung DPRD Provinsi Jambi, tampaknya juga berdampak dengan adanya OTT ini. Pantauan Seru Jambi selama dua pekan belakangan ini, memang gedung dewan terlihat sangat sepi, tidak ada aktivitas, padahal mereka tidak sedang dalam kegiatan reses atau kegiatan lainnya diluar kantor.
Hal serupa juga dialami oleh Jamhuri, salah satu aktivis anti korupsi. Kata Jamhuri, Gedung DPRD saat layaknya kuburan. Menurutnya, para anggota dewan ini tidak ada yang ngantor karena terkena psikisnya dari OTT kemarin.
“Mungkin mereka takut terseret-seret kasus OTT itu, jadi semacam ada kekhawatiran,” ujar Jamhuri, saat dibincangi Seru Jambi, Selasa (19/12/2017).
Kata Jamhuri, kalau para anggota dewan ini dikatakan sedang tugas negara, seperti reses. Tentu harus jelas tugasnya kemana dan apa saja yang dikerjakan.
“Tapi ini kita tidak tahu mereka itu kemana, kita meminta informasi juga tidak memuaskan,” cetusnya. “Jadi kesannya tertutup dan in sudah menjadi rahasia umum,” imbuh Jamhuri.
Bahkan, menurut Jamhuri, fenomena dewan jarang ngantor ini terjadi jauh sebelum OTT.
“Jangan sampai para anggota dewan ini duduk di kursi empuk mereka hanya untuk mengejar status sosial,” ujar Jamhuri.
Jamhuri mengungkapkan, persentase kehadiran anggota dewan di DPRD Provinsi Jambi, selama ini juga sangat kecil sekali, dibandingkan jumlah anggota dewan keseluruhannya.
“Sering saya ikuti agenda-agenda di DPRD, mulai pembahasan anggaran dan lain-lain, hanya sebagian kecil yang hadir. Yang lainnya yang tidak hadir ini tentu menjadi tanda tanya besar bagi kita,” ungkap Jamhuri.
Dengan fenomena dewan yang seperti ini, kata Jamhuri, tentu sangat berdampak kepada masyarakat umum. Masyarakat menjadi kecewa.
“Seperti kemarin saya mendampingi masyarakat ingin mengadukan nasibnya kepada salah satu komisi di DPRD, tapi apa yang kami dapat, hanya kecewa, karena kami cuma mendapat penjelasan dari Pamdal yang mengatakan ‘Kantor sedang kosong’. Apa kami tidak kecewa. Kami masyarakat, kami yang menggaji mereka,” jelas Jamhuri.
Masyarakat, sambung Jamhuri tentu sangat mengharapkan para wakil mereka yang ada di DPRD dapat membantu menyelesaikan permasalahan yang sedang dihadapi oleh masyarakat.
“Tapi yang didapat malah kekecewaan,” ujar Jamhuri.
Untuk itu, Jamhuri berharap agar ada sistem absensi anggota dewan yang jelas dan dibuka kepada public.
“Apalagi paska OTT ini, kita berharap anggota dewan ada di kantor lah. Kalau tidak ada ya tentu spekulasi masyarakat dewan takut ngantor,” kata Jamhuri.
Kepada Sekertariat Dewan, Jamhuri juga meminta agar ada informasi yang jelas diberikan kepada masyarakat. Jangan Sekertariat malah sebaliknya terkesan menutup-nutupi borok di Gegung Wakil Rakyat itu.
“Karena gedung itu dibangun dan isi dengan orang-orang yang ada di sana semua untuk rakyat untuk masyarakat. Bukan untuk status sosial atau kantong masing-masing orang yang ada di dalamnya,” tegas Jamhuri.
Terpisah, salah satu anggota DPRD Provinsi Jambi, Budi Yako saat dikonfirmasi Seru Jambi menampik, kalau tidak ada aktivitas di DPRD Provinsi Jambi. Kata Budi, memang Sejak senin (18/12/2017) para anggota dewan sedang ada kegiatan kunjungan kerja daerah yang berlangsung sampai pada hari Rabu (20/12/2017).
“Jadi tidak istilah kami tidak ngantor,” ujar Budi.
Budi juga menegaskan, kejadian OTT kemarin, dirinya secara pribadi merasa tidak ada pengaruh sedikitpun terhadap kinerjanya sebagai anggota dewan.
“Kalau saya tetap ngantor, berjalan seperti biasa. Memang kalau hari ini, saya sedang di Kuala Tungkal. Inipun karena agena kunker,” jelas Politisi Gerindra ini.(hry)
Loading Facebook Comments ...
loading...