Oknum Kades Paksa Istri Siri Aborsi

1
Ilustrasi: pencabulan
Ilustrasi
SERUJAMBI.COM, Bungo – Malang nian nasib H (34), warga salah satu desa di Kecamatan Tanah Sepenggal Lintas, Kabupaten Bungo. Ia dipaksa menggugurkan kandungannya oleh suami siri-nya, T, yang tak lain adalah oknum rio atau kepala desa.
“Aku disuruh menggugurkan kandungan oleh dia, dengan iming-iming akan dinikahi,” ungkap H kepada Seru Jambi, di Bungo, Selasa (26/9/2017).
H bercerita, kisah asmaranya dimulai sekitar bulan Oktober 2016 lalu. Kala itu, T, baru dua bulan dilantik sebagai Rio di salah satu desa.
Sejak menjalin asmara, H dan T sangat mesra. Mereka sering berduaan baik di salah satu rumah kontrakan di unit 7 Rimbo Bujang maupun di tempat lain. Ke mana T pergi, H sering mengikuti.
Setelah beberapa bulan pacaran, H hamil. Menyadari dirinya hamil, H meminta pertanggungjawaban T yang notabene kekasihnya.
“Tapi dio nyuruh aku menggugurkan kandungan dengan janji akan menikahi aku,” tutur H.
Tapi atas nama cinta, akhir H menurut. Ia menggugurkan kandungannya dengan cara tradisional, yakni, memakan ragi tapai, nanas muda hingga meneguk minuman bersoda dicampur pil obat sakit kepala.
“Aku gugurkan sekitar bulan 12 tahun 2016, namun baru dinikahi pada 17 Agustus 2017,” katanya, lagi.

BACA JUGA: Keponakan Oknum Rio Disebut Biayai Aborsi H

Namun yang terjadi tak sesuai harapan H. Usai pernikahan siri di rumah kakaknya, H malah diabaikan. Ia seperti istri tak dianggap oleh T. Bahkan, T tak pernah lagi memberi nafkah batin kepada dirinya.
“Usai nikah lamo dak pulang, sudah tu nomornyo dak aktif ditelepon, sehinggo sayo cemas,” beber H.
Ternyata apa yang ditakutkan H terjadi. Tak sampai dua minggu usai pernikahan, ia menerima surat cerai dari T.
Terpisah, T dikonfirmasi terkait cerita ini membenarkan adanya pernikahan siri dengan H. Menurutnya, pernikahan itu dilakukan atas dasar suka sama suka, bukan karena adanya paksaan.
“Tapi kalau masalah aborsi, itu saya tidak tahu. Saya ndak pernah menyuruh dia untuk aborsi,” ungkap T.
Terkait ini, rencananya H dalam waktu dekat berencana akan membawa masalah ini ke jalur hukum. “Biarlah saya dipenjaro, sayo rela, kareno lah kepalang tanggung malu dengan masyarakat dusun,” ungkap H.(frs/usa)
Loading Facebook Comments ...
loading...