P3IMI Serius Perhatikan Standar Nasional Produk Mainan

0
Pengrajin mainan tradisional, Sugiyanto, 54, menyelesaikan produksi mainan anak dari bahan kayu di rumahnya. Foto: Istimewa
SERUNESIA.COM, Jakarta – Perkumpulan Pengusaha Produksi dan Importir Mainan Indonesia (P3IMI) menyatakan serius memperhatikan produk mainan anak berkualitas dan aman sesuai standar yang ditetapkan pemerintah melalui program Standar Nasional Indonesia (SNI).

“Bukan hanya berkualitas, tetapi juga yang sangat penting adalah memproduksi mainan yang terjangkau oleh masyarakat,” kata Ketua P3IMI Sariat Arifia usai penandatanganan Nota Kesepahaman dengan PT Sucofindo di Jakarta, Selasa (27/9).

Untuk menciptakan serta menghadirkan produksi mainan dari luar negeri sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI), pihak P3IMI dan PT Sucofindo sepakat menjalin kerjas ama dalam bidang sertifikasi mainan anak serta melakukan program edukasi bersama kepada para anggota dan entitas bisnis mainan secara terus menerus.

PT Sucofindo bertindak sebagai lembaga yang melakukan pemeriksaan, pengawasan dan pengujian terhadap mainan anak.

“Melalui kerja sama ini, kita ingin membuktikan bahwa kami serius dalam memastikan keamanan, kenyamanan bagi keselamatan para konsumen anak Indonesia. Kerjasama ini juga diharapkan berlanjut pada program transfer teknologi mainan anak yang sehat dan memberi kontribusi terhadap perekonomian Indonesia,” kata Sariat.

Sariat yang pernah mengembangkan olahraga pencak silat di Afrika Selatan itu menegaskan pihaknya mendukung program SNI melalui program sertifikasi untuk memastikan perlindungan terhadap anak-anak dari bahan berbahaya.

“Kita akan terus melakukan inovasi dengan kerja cepat untuk mendapatkan hasil terbaik agar bisa terus bertahan dalam kompetisi bisnis yang semakin ketat,” katanya menambahkan.

Sementara itu Direktur Komersial 2 Sucofindo Sufrin Hanan mengatakan pihaknya siap mendukung program P3IMI dalam sertifikasi terhadap mainan anak agar sesuai standar yang telah ditentukan.

Beberapa tahun lalu ketika awal pemberlakuan SNI, pihak Sucofindo menurut Sufrin juga berinisiatif melakukan proses sosialisasi ke beberapa daerah melalui pelatihan serta pemahamanan menggunakan dana program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR).

“Ketika SNI diterapkan, yang paling banyak mengajukan pertanyaaan adalah industri kecil dan menengah karena mereka belum memahami dengan baik apa sebenarnya maksud dan tujuan SNI,” kata Sufrin.

Saat ini, mainan anak anak (toys) lebih dari sekedar alat penghibur (entertainer) atau untuk membuat anak-anak diam, namun juga bisa melatih fisik, mental dan perkembangan emosi sosial sang anak.

Bermain merupakan cara mengenalkan proses belajar dan tumbuh, karena mainan merupakan komposisi penting dalam permainan itu sendiri yang tidak bisa dinilai dalam membentuk proses perkembangan anak menuju kematangan dan kedewasaan.

Sejumlah jenis permainan anak-anak yang diproduksi dan diperdagangkan di seluruh dunia termasuk Indonesia, diantaranya boneka, sepeda roda tiga, kereta, mainan elektrik, permainan edukasi dan masih banyak lagi. (ara/ant)

Loading Facebook Comments ...
loading...
Hosting Unlimited Indonesia MEDIA PARTNER: