Pasaman Barat Jalankan Program Sapi Wajib Bunting

0
Ilustrasi indukan Sapi dan anak Sapi. (ist)
SERUPADANG.COM, Simpang Empat – Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, menjalankan program nasional peningkatan populasi ternak sapi melalui Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (UPSUS SIWAP) dalam upaya meningkatkan populasi ternak sapi di daerah itu.

“Benar, program itu seiring dengan program nasional pencapaian swasembada pangan secara umum dan swasembada daging sapi dan kerbau tahun 2026 ” kata Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan Pasaman Barat, Memezesmita di Simpang Empat, Kamis (16/11).

UPSUS SIWAP merupakan gerakan nasional sebagai kelanjutan kegiatan tahun ketahun untuk mendorong pertumbuhan kelahiran sapi potong di Indonesia sesuai dengan Permentan Nomor 48/Permentan/PK. 210/10/2016.

Apalagi Pasaman Barat memiliki potensi pengembangan peternakan ruminansia besar (sapi potong) dengan populasi sekitar 17.587 ekor dengan 12.880 ekor diantaranya adalah sapi betina.

Menurutnya Pasaman Barat juga memiliki potensi untuk pengembangan sapi Bali. Pasaman Barat merupakan salah satu wilayah sumber bibit sapi bali di Indonesia.

“Pada 2015 lalu Pasaman Barat menjadi Sentra Peternakan Rakyat (SPR) satu dari dua kabupaten/kota yang ada di Sumbar dan satu dari 50 SPR yang ada di Indonesia,” ujarnya.

Untuk itu pihaknya terus berupaya meningkatkan percepatan peningkatan populasi ternak secara terintegrasi dan terpadu melalui kegiatan Indentifikasi Status Reproduksi Ternak (ISRA), Imseminasi Buatan (IB), Pelayanan Pemeriksaan Kebuntingan (PPK) dan Penanggulangan Gangguan Repreduksi serta sinkronisasi birahi.

“Pada 2017 ini kita terus berupaya memberikan kontribusi terbaik untuk masyarakat Pasaman Barat khususnya petani/peternak,” tambahnya.

Kegiatan UPSUS SIWAB sampai triwulan III telah diidentifikasi sebanyak 4.862 ekor ternak sapi betina hampir 100 persen dari target 4.869 ekor.

Realisasi kegiatan IB sebanyak 3.847 ekseptor atau 79 persen dari target 4.869 ekor akseptor. Sementara itu pemeriksaan kebuntingan pada 2.822 sebagai realisasi dari 3.311 target yang ditetapkan atau mencapai 85 persen.

Selanjutnya Kegiatan Penanggulangan Gangguan Reproduksi mencapai 111 persen yaitu 476 ekor dari target 429 ekor.

“Sampai saat ini angka kelahiran ternak sapi pada 2017 sebanyak 1.107 ekor. Pelayanan sinkronisasi birahi sebagai upaya penyerentak birahi pada betina produktif cukup membantu peningkatan pepulasi sapi bunting sehingga kelahiran anak sapi serentak pada sembilan bulan kedepan akan terwujud,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga melakukan kegiatan penanaman hijauan pakan ternak (HPT) serta penguatan pakan konsentrat maka ternak sapi potong yang mengalami gangguan reproduksi dapat diatasi sehingga peluang kebuntingan akan meningkat.

Untuk penanaman HPT sebanyak 150.000 stek rumput unggul dan 1.500 batang pohon indigovera. Sedangkan penguatan pakan konsentrat diberikan kepada 50 ekor sapi betina yang mengalami gangguan reproduksi yang berada peda pelayanab UPSUS SIWAB.

Pihaknya juga bekerja sama dengan PT Jasindo yang menyediakan Jasa Asuransi Ternak Sapi (AUTS) bagi sapi betina produkrif yang sehat, berumur satu tahun lebih dan telah diidentifikasi sebagai peserta AUTS.

Subsidi terhadap asuransi merupakan wujud kepedulian pemerintah terhadap peternak dengan memberikan subsidi pembayaran asuransi ternak.

Peternak hanya mengeluarkan Rp40.000 per ekor dengan pertanggungan Rp10 juta bila terjadi kematian karena penyakit, kecelakaan dan saat melahirkan serta kehilangan bukan karena kelalaian.

Progran UPSUS SIWAB merupakan agenda terpadu dan terintegrasi dari berbagai stakeholder yang merupakan program nasional dari Kemenpan RI. (ara/ant)

Loading Facebook Comments ...
loading...
Hosting Unlimited Indonesia MEDIA PARTNER: