Pemerintah Tingkatkan Kualitas Calon Tenaga Kerja Indonesia

0
Ketua BNP2TKI, Nusron Wahid. (ist)
SERUBANTEN.COM, Serang – Pemerintah melalui Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia terus meningkatkan kualitas kemampuan dan kompetensi calon tenaga kerja indonesia (TKI), salah satunya melalui program “upgrading skill” agar menjadi pekerja formal dan terampil.

Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Nusron Wahid di Serang, Kamis (14/12), mengatakan, BNP2TKI telah menjalankan program “upgrading skill” sebagai “exit strategy” dari moratorium atau penghentian secara permanen penempatan Tenaga Kerja Luar Negeri sektor penatalaksana rumah tangga PLRT ke Timur Tengah.

“Ini merupakan program prioritas nasional dari BNP2TKI di tahun 2017,” kata Nusron Wahid pada silaturahim pekerja migran Indonesia Tahun 2017 di Serang yang dihadiri Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy.

Acara tersebut merupakan rangkaian peringatan Hari Buruh Migran Internasional pada 18 Desember 2017 dengan mengambil tema “Pekerja Migran Indonesia Terampil dan Bermartabat”.

Menurut dia, “upgrading skill” adalah program untuk meningkatkan kualitas, kemampuan dan kompetensi dari calon TKI melalui pelatihan untuk memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh negara tujuan penempatan TKI tersebut.

Dengan telah mengikuti “upgrading skill”, kata Nusron, para calon TKI sudah mempunyai keterampilan dan kompetensi sehingga mereka tidak menjadi TKI informal lagi dan memperoleh jaminan bekerja di tempat kerja yang berbadan hokum.

Nusron Wahid mengatakan, kemampuan kerja (hard skill) tenaga kerja dari Indonesia saat ini sudah baik dan terkenal di tingkat dunia. Namun ada satu hal yang kurang, yaitu selalu kalah dari sisi “soft skill”, yaitu kemampuan bahasa asing khususnya bahasa Inggris.

Untuk itu, perlu dipersiapkan dengan matang sebelum berangkat bekerja ke luar negeri.

“Ada beberapa sektor dimana TKI banyak dicari karena kehandalannya, antara lain sektor perawat dan hospitality yang handal karena keramahannya, lalu ada welder atau ahli pengelasan,” kata dia.

Nusron juga berpesan kepada para calon pekerja migran untuk tidak salah dalam bergaul di negara tujuannya. Pasalnya, tahun lalu, ada 9 pekerja migran di Hongkong dan Korea yang dipulangkan karena bergaul dengan kelompok terduga teroris. Juga ada 4 pekerja migran yang terjerumus karena masuk ke dalam jaringan narkoba.

“Hati-hati dalam pergaulan, jangan berteman dengan yang menjerumuskan,” kata Nusron.

Sementara itu, Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy mengatakan, Pemerintah Provinsi Banten menyambut baik dengan terselenggaranya Silaturahim Pekerja Migran Indonesia ini. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat terbentuk forum bertukar informasi terkait dengan peluang dan upaya peningkatan kompetensi kerja bagi pekerja migran Indonesia.

“Pemerintah Provinsi Banten dalam hal ini mendukung kebijakan Pemerintah Pusat dengan berbagai inovasi terkait perbaikan tata kelola pelayanan pekerja migran Indonesia demi memberikan perlindungan kepada para pekerja migran Indonesia,” kata Andika.

Menurut dia, berdasarkan data penempatan tenaga kerja migran Indonesia asal Banten tahun 2011 sampai 2016 yang ada di BNP2TKI, penempatan tenaga kerja yang berasal dari Provinsi Banten pada tahun 2011 mencapai 27.576 pekerja, tahun 2012 sebanyak 10.853 pekerja, tahun 2013 sebanyak 13.244 pekerja, tahun 2014 sebanyak 9.720 pekerja, tahun 2015 sebanyak 4.270 pekerja dan tahun 2016 sebanyak 2.087 pekerja.

“Para pekerja migran asal Banten telah memberikan sumbangsih pembangunan dengan remitansi (transfer uang) masuk sebesar kurang lebih Rp3,5 triliun. Hal ini tentu saja berdampak kepada kemajuan pembangunan perekonomian di Provinsi Banten,”kata Andika. (ara/ant)

Loading Facebook Comments ...
loading...
Hosting Unlimited Indonesia MEDIA PARTNER: