Penolakan AS Terhadap Jenderal Gatot Dinilai Pelecehan Terhadap RI

0
Direktur Eksekutif Nasionalis Institute, Andy Wiliam Sinaga. (ist)
SERUNESIA.COM, Jakarta – Penolakan Pemerintah Amerika Serikat atas rencana kunjungan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo merupakan salah satu bentuk pelecehan terhadap eksitensi Negara Kesatuan Republik Indonesia dan institusi TNI. Karena kapasitas Jenderal Gatot adalah Pejabat Tinggi Negara. Apalagi, kunjungan Jenderal Gatot ke Amerika Serikat atas undangan Panglima Angkatan Bersenjata AS.
Hal ini diungkapan oleh Direktur Eksekutif Nasionalis Institute, Andy Wiliam Sinaga.
Menurutnya, peristiwa penolakan ini harus disikapi dengan serius oleh Presiden Joko Widodo sebagai Panglima Tertinggi TNI, karena menyangkut kewibawaan negara dan bangsa.
“Kami menyarankan agar Presiden Joko Widodo segera menelepon atau mengirim langsung nota protes ke Presiden AS Donald Trump,” tegas Andy.
Penolakan Jenderal Gatot ini, kata Andi merupakan, masalah serius tentang eksistensi suatu negara. Dimana Panglima militernya ditolak masuk ke AS. Bahkan, jika Presiden Trump membandel, segera usir Dubes AS dari Indonesia.
“Kami berpendapat TNI sebagai lembaga negara dan prifesional tidak mungkin melakukan kesalahan administrasi dalam mengurus izin masuk, apalagi sebagai pejabat tinggi negara, Panglima TNI memegang paspport diplomatic,” jelasnya.
Sambung Andy, perlu segera ditelusuri oleh Pemerintah atas latar belakang kejadian tak mengenakkan ini. Pemerintah RI tidak boleh didikte, karena RI adalah negara besar dan berdaulat.
“Kami mensinyalir penolakan ini disebabkan tertangkapnya 2 tentara AS yang menyusup pada saat perayaan HUT TNI ke 72 di Serang Banten 5 Oktober yang lalu,” ungkapnya.
Untuk itu, Nasionalis Institute,berpendapat bahwa tindakan penolakan terhadap Pejabat Tinggi Negara RI ke AS tidak perlu terjadi lagi, karena hal tersebut dapat mengganggu hubungan diplomatik Indonesia dan Amerika Serikat. (*/hry)
Loading Facebook Comments ...
loading...
Hosting Unlimited Indonesia MEDIA PARTNER: