Peraih Nobel Kritik Aung San Suu Kyi

2
Aung San Suu Kyi. Foto: Istimewa
SERUNESIA.COM – Aung San Suu Kyi, pemimpin de facto Myanmar dan peraih Nobel Perdamaian untuk perjuangan panjangnya melawan pemerintahan militer, mendapat kritik internasional atas penderitaan Rohingya.
Bahkan, yang mengkritik Aung adalah para penerima nobel perdamaian dunia.
Salah satunya Uskup Desmond Tutu dari Afrika Selatan. Peraih nobel ini menulis surat kepada Aung pada Kamis lalu. “Tidak sesuai dengan simbol kebenaran untuk memimpin negara semacam itu,” tulis Desmond, dikutip dari laman The New York Times (NYT), Jumat (8/9/2017).
Senator John McCain dari Arizona juga menulis surat kepada Aung San Suu Kyi minggu ini. Dia menghimbau teman dan pendukungnya untuk berperan aktif dalam menghentikan krisis kemanusiaan yang memburuk (di Rakhine Myanmar). “Saat ini sudah menyebar ke seluruh negara,” tulisnya.
Malala Yousafzai dari Pakistan, pemenang Hadiah Nobel Perdamaian termuda, juga telah mengkritik Aung San Suu Kyi di Twitter atas kekerasan terhadap Rohingya.
Untuk diketahui, lonjakan pengungsi terjadi setelah sebuah kelompok militan Rohingya menyerang beberapa pos polisi dan sebuah pangkalan militer di Rakhine pada 25 Agustus. Pemerintah Myanmar mengatakan 15 anggota pasukan keamanan dan 370 gerilyawan tewas.

BERITA TERKAIT:

Sementara, pengungsi mengatakan tentara dan warga Buddhis telah menyerang desa-desa, menikam dan menembak orang-orang dan membakar rumah-rumah.
Tetapi, pemerintah Myanmar malah menyalahkan orang Rohingya karena kebakaran yang terjadi di banyak desa di Rakhine. Pemerintah setempat mengatakan bahwa orang Rohingya yang membakar rumah mereka sendiri.
Faktanya, selama ini, pemerintah Myanmar menolak hak kewarganegaraan terhadap Rohingya dan mengklaim bahwa mereka adalah imigran gelap dari Bangladesh.
Seorang koresponden BBC dalam sebuah perjalanan yang dikawal pemerintah ke Rakhine melaporkan, pada Kamis, dia melihat pria Budha Rakhine berjalan dari sebuah desa Rohingya yang tidak berpenghuni dan baru saja terbakar. “Salah satu dari mereka mengaku telah menyalakan api, dan mengatakan bahwa dia mendapat bantuan dari polisi,” tulis koresponden Jonathan Head, dikutip dari laman NYT.(nas/NYT)
Sumber: nytimes.com
Loading Facebook Comments ...
loading...