Perang Dunia III di Depan Mata

0
Perang dunia ke-3 semakin dekat.
SERUNESIA.COM – Dalam beberapa uji coba rudal Korea Utara (Korut), Jepang selalu menjadi incaran terutama ketika uji rudal pertama pada 1998. Pada 2009, proyektil Korut juga melintasi Jepang. Meski tanpa ada insiden, hal ini memicu kecaman dari Negeri Sakura.
Dan benar pagi tadi waktu setempat militer Korut meluncurkan uji coba rudal balistiknya ke arah pulau Hokaido, Jepang, Selasa (29/8/2017). Diketahui, Jepang merupakan salah satu dari sekutu Amerika Serikat di kawasan Asia Timur selain Korea Selatan (Korsel).
Merespon manuver Korut itu, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe langsung menghubungi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk menambah tekanan kepada Negara Komunis tersebut.
Sementara itu, Presiden Korsel, Moon Jae In segera memerintahkan empat jet Korsel menggelar latihan pengeboman pada hari ini. Empat jet tempur F-15 Korsel mendemonstrasikan kekuatan militernya dengan menjatuhkan beberapa bom. Manuver pengeboman ini sebagai respons atas tembakan rudal Korea Utara (Korut) yang menerobos wilayah udara Jepang pagi ini (29/8/2017).
Peluru kendali (rudal) yang ditembakkan Pyongyang dinyatakan Korsel sebagai rudal balistik jarak menengah. Rudal ini melewati wilayah udara Hokaido sebelum jatuh di perairan Jepang di Laut Pasifik.

Pertunjukan kekuatan—yang diperintahkan oleh presiden Korsel Moon Jae In, melibatkan empat jet tempur F-15 dengan menjatuhkan bom serbaguna MK84.

Moon melalui juru bicaranya, Yoon Young Chan, mengatakan, manuver pengeboman ini dilakukan dalam latihan tembak-menembak di dekat perbatasan kedua Korea di Taebaek.
Menurut Young Chan, latihan pengeboman diperintahkan segera setelah pertemuan Dewan Keamanan Nasional untuk membahas kemungkinan tindakan balasan yang dapat dilakukan oleh Seoul terhadap provokasi rudal balistik Pyongyang.
”Kami menilai provokasi Korea Utara sangat parah dan memutuskan untuk mempertahankan postur waspada dalam persiapan kemungkinan adanya provokasi tambahan oleh Korea Utara,” kata pihak Dewan Keamanan Nasional (NSC), seperti dilansir Yonhap.
Sementara itu, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri juga turut mengecam tindakan provokasi Korut yang mengarahkan uji coba rudalnya ke wilayah Jepang pagi tadi. Proses uji coba tersebut dinilai ancaman bagi manusia dan perdamaian di kawasan Asia.
“Indonesia mengecam uji coba peluncuran rudal yang melewati ruang udara negara lain dan membahayakan jalur penerbangan,” tulis siaran pers Kementerian Luar Negeri RI, Selasa (29/8/2017).
Menurut Pemerintah Indonesia, tindakan uji coba tersebut bertentangan dengan kewajiban Korut terhadap resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Khususnya terkait resolusi 2270 (2016), 2321 (2016), 2356 (2017), dan 2371 (2017).
Indonesia mendesak Korut agar memenuhi kewajiban internasional, termasuk melaksanakan sepenuhnya resolusi-resolusi Dewan Keamanan PBB.
Indonesia menegaskan bahwa stabilitas di semenanjung Korea sangat penting dan juga mengajak semua negara untuk berkontribusi terhadap penciptaan perdamaian dan stabilitas di semenanjung Korea.
Demikian isi kecaman yang tertulis dalam siaran pers Kementerian Luar Negeri RI di Jakarta terhadap tindakan provokatif Korut pagi tadi.
Sampai berita ini ditulis, Presiden AS Donald Trump belum mengeluarkan pernyataan resminya terkait provokasi Korut di kawasan Asia Timur yang membahayakan waraga sipil Jepang.
Terkait peluncuran uji coba rudal Korut yang mengarah ke wilayah Jepang, warga Jepang tak menyangka Korut akan menembakkan misil balistiknya hari ini. Peringatan langsung dikeluarkan pemerintah agar warga berlindung di bawah bangunan kokoh atau ruang bawah tanah.
Pemerintah Jepang meminta warganya yang tinggal di bagian utara diminta untuk waspada dan berhati-hati pascapembakan misil balistik Korea Utara ke arah Pulau Hokkaido, pagi tadi.
Menurut keterangan militer Korsel, rudal tersebut mampu terbang sejauh 2.700 kilometer (Km). Rudal tersebut ditembakkan ke arah timur dari satu lokasi di dekat Sunan di Pyongyang, sekitar pukul 05.57 waktu setempat.
“Rudal itu terbang sejauh 2.700 kilometer dengan ketinggian maksimum sekitar 550 kilometer, dan melewati wilayah udara Jepang sebelum jatuh di Samudra Pasifik Utara,” imbuh pernyataan Kepala Staf Gabungan (JCS), seperti dikutip AFP, Selasa (29/8/2017).
Pihak Jepang menyatakan bahwa rudal itu melintasi wilayah paling utara di Negeri Sakura, tepatnya di Hokkaido. Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe menegaskan akan mengambil langkah untuk memastikan keamanan rakyat Jepang.
Jepang pun mengerahkan sistem pertahanan rudal Patriot Advanced Capability-3 (PAC-3), di pangkalan militer AS yang berada di Tokyo. (isa/abadikini.com)
Loading Facebook Comments ...
loading...
Hosting Unlimited Indonesia MEDIA PARTNER: