Petrochina Resahkan Masyarakat

Pipa Injection Bocor dan Cemari Perkebunan

0
Petrochina
Ilustrasi pipa Petrochina bocor. (Anung W/Seru Jambi)
SERUJAMBI.COM, Muarasabak – Aktivitas PT Petrochina yang berada Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) mulai membuat resah masyarakat. Tepatnya warga Desa Lagan Ulu. Pasalnya, pipa injection milik perusahaan pengeboran minyak mentah ini bocor di Jalan Cicil, Parit 8, Dusun Suka Damai, Desa Lagan. Kebocoran pipa ini sangat berdampak pada masyarakat, karena minyak yang keluar dari dalam pipa mengalir ke saluran irigasi perkebunan warga.
Ketua RT 17, Dusun Suka Damai, Sabaruddin mengatakan, bocornya pipa tersebut terjadi pada Jumat (1/12/2017) siang dan pihak Petrochina tiba ke lokasi pada sorenya.
“Petrochina ini sangat lamban memperbaiki pipanya yang bocor,” cetus Sabaruddin, saat ditemui di Dinas Lingkungan Hidup (LH) Tanjabtim, (5/12/2017), Sabaruddin dan puluhan warga lainnya yang mengadu ke Dinas LH ini.
Kata Sabaruddin, limbah minyak sudah mencemari lingkungan dan perkebunan warga sekitar, ditambah lagi pada waktu itu kondisi air sedang pasang. “Makin meluas pencemaran limbahnya, karena air pasang pada waktu itu,” jelasnya.
Kini masyarakat meminta pihak Petrochina untuk mengganti rugi dan bertanggung jawab atas kejadian ini. “Harus bertanggung jawab, karena kebun warga sudah banyak yang terkena minyak itu,” cetusnya.
Sementara itu, Kabid Pengolahan Sampah dan Limbah B3 Dinas LH Tanjabtim, Alfajri mengatakan, menurut analisa dari Dinas LH, minyak yang keluar dan mencemari lingkungan itu lebih dari 40,5 barel.
“Data 40,5 barel tersebut berdasarkan dari laporan pihak Petrochina ke ke kita,” ujarnya.
Tapi, kata Alfajri, minyak yang keluar itu lebih dari yang dilaporkan. Bahkan bisa mencapai dugaan 70 barel.
“Saat di lokasi kita melihat 2 mobil tangki datang ke lokasi untuk menyedot minyak yang keluar dari pipa tersebut. 1 mobil tangki kapasitasnya 70 barel, saat kami lihat 1 mobil tangki penuh dan 1 mobilnya lagi hanya terisi setengahnya saja, jadi bisa kita prediksi, minyak yang keluar dari pipa itu lebih dari 40,5 barel,” jelasnya.
Namun, kata Fajri, pihak petrochina akan bertanggung jawab atas kejadian ini dan untuk kerugian belum bisa ditafsirkan, karena Dinas LH masih mengumpulkan data-data. “Masih dilakukan pendataan,” pungkasnya.
Sementara itu, dari pihak Petrochina, saat Seru Jambi ingin mengkonfirmasi masalah ini, melalui Bagian Humas Petrochina, Eko. Dia enggan memberikan komentar malah melempat ke bagian lain.
“Kalau soal itu tanya ke bagian teknisi,” singkatnya.(tin/hry)
Loading Facebook Comments ...
loading...
Hosting Unlimited Indonesia MEDIA PARTNER: