Polda Kalsel Berupaya Maksimal Perangi Narkoba

0
Kapolda Kalimantan Selatan, Brigjen Rachmat Mulayan. Foto: Istimewa
SERUBANJARMASIN.COM, Banjarmasin – Polda Kalimantan Selatan dan jajarannya telah berupaya maksimal dalam memerangi peredaran Narkoba, khususnya di kalangan remaja dan anak-anak.

“Dalam memerangi Narkoba kami mengedepankan fungsi Binmas melalui anggota Bhabinkamtibmas mensosialisasikan dan memberikan penyuluhan kepada pelajar mulai tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) dab sederajat,” kata Kapolda Kalsel Brigjen Rachmat Mulayan di Banjarmasin, Kamis (5/10).

Polda Kalsel, lanjutnya juga membuat program agar pihak polisi menjadi pembina upacara di sekolah-sekolah setiap hari Senin. “Jadi, mulai dari Kapolres dan Kapolsek sudah saya perintahkan untuk rutin ke sekolah mengingatkan siswa dan guru terkait ancaman masuknya Narkoba dengan beragam cara dan modus operandinya,” ucap Rachmat.

Kampanye perang terhadap Narkoba juga dilakukan polisi dengan memasang sejumlah spanduk dan banner di tempat umum untuk mengingatkan warga tentang bahaya Narkoba dengan segala konsekuensinya jika sampai terjerumus menggunakannya.

Untuk di Kalsel, tutur Kapolda, usia anak sekolah sangat jarang ditemukan kasus mereka sebagai pengedar. Namun, terindikasi kuat cukup banyak yang hanya sebatas sebagai penyalahguna bahkan dikategorikan pengguna aktif.

“Fakta ini justru mengkhawatirkan, di mana peredaran Narkoba di kalangan anak di bawah umur bagaikan fenomena gunung es, di atas permukaan terlihat kecil, namun di bawah yang tidak diketahui justru banyak,” ujar Kapolda.

Apalagi Kalsel merupakan pintu masuk dan perlintasan Kalimantan yang patut diwaspadai bagi peredaran Narkoba.

Berdasarkan data hasil Operasi Anti Narkoba (Antik) Intan 2017 yang dilaksanakan Polda Kalsel dan jajaran 13 Polres pada 18 September hingga 1 Oktober 2017, diungkap sebanyak 257 kasus dengan 296 tersangka ditangkap. Sedangkan barang bukti yang disita dalam operasi tersebut di antaranya sabu-sabu 362,99 gram, ekstasi 105,5 butir dan obat daftar G berbahaya atau ilegal 112.100 butir. (ara/ant)

Loading Facebook Comments ...
loading...
Hosting Unlimited Indonesia MEDIA PARTNER: