Politeknik Jambi Gelar Bimtek Bagi Petani Karet

0
Politekni Jambi gelar Bimtek bagi petani karet
Politekni Jambi gelar Bimtek bagi petani karet
SERUJAMBI.COM, Jambi – Politeknik Jambi (Poljam) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Mutu dan Produk Karet di Desa Sungai Bengkal, Kabupaten Muaro Jambi.
Direktur Politeknik Jambi (Poljam), Ir Hilda Porawati, melalui Staf Ahli Inkubator, Sigit Kurniawan MSi, mengatakan bahwa Bimtek  Penguatan Mutu Dan Produk Karet bertujuan untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dalam pengelolaan karet sehingga dapat meningkatkan harga jual. “Di Bimtek ini, kita memberi edukasi tentang harga karet dan product karet,” sebut Kurniawan.
Menurut Kurniawan, karet di Jambi memiliki potensi untuk diolah menjadi sejumlah komoditas yang memiliki harga jual. Namun, karena keterbatasan SDM, saat ini petani di Jambi hanya mengembangkan satu jenis olahan saja. Dampaknya, ketika harga karet mengalami penurunan, tidak ada opsi lain yang bisa menyelamatkan kesejahteraan petani. “Petani kita masih berkutat pada satu product saja. Akibatnya, ketika product ini banyak di pasaran, tentu harga jualnya jadi turun,” katanya.
Ia berharap melalui Bimtek itu, petani dapat membuat produk baru yang dapat memberikan solusi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya petani karet. “Kalau productnya bervariasi, nanti akan ada alternatif harga,” harapnya.
Selain memberikan edukasi kepada petani, melalui Bimtek itu, pihaknya ingin mendorong pengelolaan karet lebih memiliki nilai baik secara ekonomis maupun secara manfaat, salah satunya karet sit angin atau labersit.
Dengan system pengelolaan itu, harga karet diyakini lebih memiliki nilai jual, dibandingkan dengan karet yang diolah biasa. Dicontohkannya, jika harga karet biasa terbaru dikisaran Rp 10 ribu, untuk karet jenis sit angin atau labersit bisa mencapai Rp 20 ribu hingga Rp 25 ribu.
Sejauh ini, kata Kurniawan, konsumen olahan karet itu belum ada di Jambi. Sebab, olahan karet jenis itu hanya digunakan untuk product tekstil saja. Ini juga, kata Kurniawan, yang membuat petani masih ragu untuk mengelola karetnya dengan system tersebut. “Masyarakat masih ragu soal pemasaran. Soalnya yang menampung ini umumnya dari luar kota seperti Bandung dan Medan, selebihnya belum ada,” ungkapnya.
Lebih jauh dia menjelaskan bahwa petani di Jambi memiliki banyak kelebihan, seperti kepemilikan lahan karet yang cukup luas. Serta jumlah petani yang mayoritas bergantung dengan komoditas itu.
Dirinya berharap, kedepan, potensi ini bisa dimanfaatkan investor, sehingga taraf hidup masyarakat Jambi bisa lebih meningkat lagi. “Kita juga berharap Pemprov memperhatikan potensi ini. Kalau bisa, datangkan investor khusus untuk mengangkat potensi ini,” harapnya.
Sejauh ini sudah ada beberapa desa yang menjadi binaan Poljam, seperti di Kabupaten Muaro Jambi dan Kabupaten Tebo. “Sudah jalan di beberapa desa. Seperti di Desa Muhajirin, tapi disana SDM-nya belum mencukupi. Begitu juga di Sungai bengkal,” tutup Kurniawan. (adv/eks)
Loading Facebook Comments ...
loading...
Hosting Unlimited Indonesia MEDIA PARTNER: