Protek Faham Radikal, UIN Sisip Materi Bela Negara di PBAK

0
Dr Fadilah Husain, Wakil Rektor UIN STS Jambi bidang Kemahasiswaan. Foto: Istimewa

SERUJAMBI.COM, Jambi – Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Jambi membantah jika faham HTI sudah berkembang di kampusnya.

Hanya saja, Dr Fadilah Husain, Wakil Rektor UIN STS Jambi bidang Kemahasiswaan tidak menyangkal, jika ada sejumlah kelompok mahasiswa maupun dosen yang diduga berafiliasi dengan partai dan cenderung radikal. Kelompok ini kata Fadilah, berprilaku beda dengan mahasiswa lainnya, mulai dari cara berpakaian dan juga kritikannya. “Mereka ini kritiknya keras. Pokoknya kita ini banyak salahnya di pandangan mereka,” kata Fadilah.

Kelompok ini kada dia, sudah beberapa kali menghadap pihak rektorat minta di SK-kan sebagai bagian dari organisasi intra kampus. “Namun kita tolak. Konsekuensinya jika kita SK-Kan kampus harus membantu keuangan mereka. Nyatanya, tanpa kita bantu mereka ini eksis. Artinya, mereka ini ada yang men support. Dan ini terjadi di kampus lain dengan kelompok yang sama. Kita tidak menjudge mereka ini radikal. Tapi arah kesana ada,” ungkap Fadilah.

Terkait HTI, kata Fadilah, ada beberapa kali melakukan diskusi di UIN. “Tapi kalau muaranya pada persoalan akademik dan ilmiah, kita tentu tidak bisa juga melarang,” sebut dia.

Untuk mem-protect faham-faham yang mengarah ke radikal, UIN kata dia, akan menggalakkan penanaman nilai-nilai bela negara pada mata kuliah dan pada Pengenalan Budaya Akademik Kemahasiswaan (PBAK) atau selama ini dikenal OPAK/OSPEK. (clp)

Loading Facebook Comments ...
loading...