Proyek Strategis Nasional Peluang Besar Masyarakat Banten

0
Ilustrasi Proyek Strategis Nasional. Foto: Istimewa
SERUNESIA.COM, Serang – Kehadiran proyek-proyek strategis nasional yang dibangun di Banten menjadi peluang besar bagi masyarakat Banten, sehingga perlu dipersiapkan sumber daya manusia yang baik untuk pengembangan dari keberadaan delapan proyek strategis nasional tersebut.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Banten Hudaya di Serang, Kamis (7/9) mengatakan, keberadaan proyek-proyek strategis nasional menjadi salah satu bagian dari adanya perubahan rencana tata ruang dan wilayah (RTRW) Provinsi Banten, selain karena adanya peraturan-peraturan baru di tingkat nasional.

Dengan demikian, kata dia, sektor yang paling berdampak dari adanya perubahan RTRW tersebut yakni kemungkinan dari sektor pengembangan industri, sehingga perlu adanya mitigasi sosial terutama kaitannya terhadap keberadaan proyek strategis nasional di Banten.

“Mitigasi sosial bagi masyarakat Banten ini sebagai antisipasi. Jangan sampai nanti masyarakat Banten hanya menjadi penonton. Sehingga perlu disiapkan dari sekarang,” kata Hudaya.

Hudaya mencontohkan, ketika nanti dengan adanya pengembangan kota satelit Maja seluas 18 ribu hektare yang meliputi Kabupaten Lebak, Kabupaten Tangerang dan Kabupaten Bogor, dengan kemungkinan hadirnya 2,5 juta warga yang akan tinggal di wilayah tersebut, maka perlu dipersiapkan penguatan dari dampak sosialnya bagi masyarakat sekitar.

“Begitu juga dengan kehadiran Tol Serang-Panimbang. Ini peluang besar bagi masyarakat Banten yang perlu dipersiapkan konsep kesiapan itu oleh Pemprov Banten bagi masyarakat,”kata Hudaya.

Dengan demikian, kata dia, pemprov Banten melalui dinas atau Organisasi Perangkat daerah (OPD) terkait seperti Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Perdagangan dan lainnya, harus bersama-sama memberikan penguatan bagi masyarakat dalam rangka menyambut keberadaan proyek strategis nasional tersebut.

“Ini harus dipersiapkan dari sekarang. Jangan sampai nanti sudah jadi, masyarakat Banten hanya jadi penonton,” kata Hudaya.

Hudaya mengatakan, kaitannya dengan adanya perubahan RTRW provainsi Banten yang paling dominan terjadinya perubahan tersebut karena RPJMN 2015-2019 dengan segala programnya harus diseusiakan terutama kaitannya dengan infrastruktur.

Selain itu, kata Hudaya, kaitanya dengan lahirnya Perpres no 2 tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Nasional khususnya wilayah Jawa dan Bali, serta adanya proyek strategis nasional.

“Semua ini harus kita adaptasikan. Dari 11,88 persen perubahan ini, kita klaim 11 perennya karena adanya peraturan baru tadi di tingkat nasional sehingga harus disesuaikan. Kemudian, 0,88 persennya itu sebagai turunan dari tahapan RTRW Provini Banten untuk pengembangan daerah,” kata Hudaya. (ant/ara)


Warning: mysqli_query(): (HY000/1030): Got error 28 from storage engine in /home/admin/public_html/wp-includes/wp-db.php on line 1924
Loading Facebook Comments ...
loading...
Hosting Unlimited Indonesia MEDIA PARTNER: