Pusri Genjot Efisiensi Pabrik Tingkatkan Daya Saing

0
PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri)
SERUPALEMBANG.COM, Palembang РPT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang fokus menggenjot efisensi sejumlah pabrik untuk meningkatkan daya saing produk di tengah tingginya persaingan.

Direktur Utama PT Pusri Mulyono Prawiro di Palembang, Sabtu (23/12) kemarin, mengatakan perusahaannya sejauh ini telah menuntaskan pembangunan Pabrik Pusri II B dan telah menutup operasi pabrik Pusri II yang sudah tua dan boros.

“Kedepan, perusahaan akan merencanakan restrukturisasi pabrik Pusri III dan Pusri IV dan saat ini sudah tahap perencanaan awal,” kata Mulyono yang dijumpai seusai peringatan HUT Pusri.

Ia mengatakan pabrik Pusri II B terbukti lebih efisien dalam penggunaan bahan bakar sehingga perusahaan berhasil meningkatkan produksi pupuk urea hingga 10 persen.

Hal ini sesuai dengan alur kebijakan Pupuk Indonesia Holding yang mendorong Pusri menghasilkan produk pupuk yang murah namun tetap berkualitas dalam kaitan meningkatkan daya saing.

Seperti diketahui saat ini, Pusri masih berkutat pada persoalan mahalnya pembelian gas yakni masih enam dolar AS per MMBTU. Sedangkan di sisi lain, seperti China membeli gas dengan harga hanya empat dolar AS per MMBTU.

Tantangan lainnya, produksi pupuk urea di pasaran internasional juga melebihi permintaan sehingga peluang untuk merambah ke pasar luar negeri juga menjadi kecil.

Untuk itu, selain efisiensi bahan bakar dengan mengkombinasikan melalui pemakaian batu bara, Pusri juga mengenjot inovasi produk terutama turunan kimia dari urea dan yang tak kalah penting juga merambah bisnis pupuk NPK dengan telah mendirikan pabriknya yakni Pabrik NPK Fusion I dan Pabrik NPK Fusion II yang saat ini dalam pengerjaan.

“Untuk pemasaran produk NPK ini, Pusri akan menjual ke petani-petani perkebunan seperti kopi, karet dan sawit yang ada di Sumsel,” kata dia.

Pusri sebelumnya sudah sukses membangun pabrik NPK Fusion I dengan menghasilkan 100 ton pupuk per tahun, kini Pusri membangun NPK Fusion II yang ditargetkan selesai pada 2019.

Perusahaan plat merah ini membidik bisnis pupuk NPK karena penggunaan pupuk majemuk sedang tinggi permintaannya seiring dengan program ketahanan pangan pemerintah.

Selain itu, bisnis pupuk NPK ini seiring dengan visi misi perusahaan yang ingin menjadi pabrik pupuk berdaya saing tinggi dan berkelanjutan. Seperti diketahui, pabrik yang dibangun ini berdekatan dengan pabrik Pusri 2B menggunakan tenologi terkini.

Pusri juga harus melihat peluang perluasan pasar mengingat produk NPK ini dapat juga digunakan pekebunan sawit dan karet karena pada 2021 diperkirakan Pupuk Indonesia akan memproduksi sekitar 6 juta ton NPK. Sementara saat ini baru mencapai 3,4 juta ton. (ara/ant)

Loading Facebook Comments ...
loading...