Ratusan Koperasi Tak Aktif, Ini Kata Dewan…

0
Ilustrasi Koperasi. Foto: Istimewa
SERUJAMBI.COM, Jambi – Panitia Khusus (Pansus) I DPRD Kota Jambi yang membahas Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Koperasi tengah fokus membahas permodalan Koperasi, yang saat ini banyak menjadi masalah dalam kasus – kasus koperasi yang ada di Kota Jambi.
Ketua Pansus I, Efron Purba, mengatakan, saat ini permodalan koperasi tidak semestinya dibantu oleh Pemerintah daerah, tetapi harus juga berasal dari permodalan lainnya seperti pihak perbankan. “Setidaknya Koperasi bisa bangkit, dalam upaya untuk memperkokoh perekonomian masyarakat,” kata Efron kepada sejumlah awak media, Senin (06/10/2017).
Menurut Efron, dari jumlah koperasi yang ada di Kota Jambi, hanya 50 persen yang masih aktif. Salah satu penyebabnya, yakni kurangnya modal, pendidikan dan pengetahuan anggota terhadap Koperasi. “Dari 800 koperasi yang terdaftar, hanya 300 Koperasi yang aktif. Rata – rata didominasi oleh simpan pinjam,” sebut Efron.
Untuk merampungkan Ranperda perkoperasian ini, Pansus I sudah melakukan kunjungan kerja ke Depok dan Tanggerang Selatan baru – baru ini. Disana, pihaknya melihat bagaimana upaya pemerintah mengenjot kinerja Koperasi di wilayah itu. Sehingga, kedepan ia berharap, kepengurusan Koperasi di Kota Jambi tidak hanya sebagai wadah untuk meminjam dana bantuan. “Kita sudah kunjungan kerja. Sistem, intinya yang perlu dibenahi. Salah satunya, manajemen Koperasi yang bersertifikat,” katanya.
Efron juga berharap, Koperasi di Kota Jambi bisa lebih baik dan mendukung peningkatan perekonomian masyarakat Kota Jambi. “Koperasi jangan cepat mati suri,” harapnya.
Dengan jumlah Koperasi yang cukup banyak saat ini, Efron juga merasa perlu adanya pendataan secara menyeluruh. Hal ini dilakukan, agar kedepannya Koperasi bukan dilihat dari kuantitasi tetapi juga kualitas. “Kualitas yang dilihat, bukan kuantitas. Ini yang akan kita dorong,” pungkasnya.(clp)
Loading Facebook Comments ...
loading...