Rektor Itera Kukuhkan 1.598 Mahasiswa Baru

0
Rektor Institut Tekonologi Sumatera (ITERA) Ofyar Z Tamin. Foto: Istimewa

SERULAMPUNG.COM, Jati Agung – Rektor Institut Tekonologi Sumatera (ITERA) Ofyar Z Tamin mengukuhkan sebanyak 1.598 mahasiswa pada Sidang Senat Terbuka Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun 2017.

“Sebanyak 1.598 mahasiswa baru ITERA tersebar di 14 program studi,” kata Rektor ITERA pada pengukuhan mahasiswa baru di Kampus ITERA, Way Hui Jati Agung, Lampung Selatan, Senin (14/8).

Ia menjelaskan, jumlah itu terbanyak yaitu Teknik Sipil sebanyak 189 orang, Teknik Informatika (182), Perencanaan Wilayah dan Kota (167), dan Arsitektur (143).

Kemudian disusul Teknik Geofisika (151), Teknik Elektro (127), Teknik Lingkungan (115), dan Teknik Geomatika (110 orang). Selanjutnya Teknik Geologi (99), Teknik Mesin (96), Matematika (94), Fisika (72), Teknik Industri (37) dan Biologi (16).

“Teknik Industri dan Biologi memang masih sedikit yang bisa kita terima karena dua program studi tersebut baru dibuka melalui jalur seleksi mandiri,” kata rektor.

Sebelum aktif pada perkuliahan yang akan dimulai 21 Agustus 2017 mendatang, mahasiswa baru akan mengikuti Program Pengenalan Lingkungan Kampus (PPLK).

Pada program ini, tidak akan ada bentuk kekerasan fisik yang dilakukan. Kegiatan PPLK diarahkan untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan mahasiswa tentang berbagai unit kegiatan di kampus, dan memberikan informasi tentang hal-hal yang bermanfaat seperti bela negara, anti narkoba dan lainnya.

Di sisi lain, ITERA masih kekurangan tenaga pengajar dalam lima tahun ke depan.

Ofyar menjelaskan, jumlah mahasiswa seluruhnya saat ini mencapai 3.400 orang. Sementara dosen belum mencukupi.

Idealnya, menurut dia, satu dosen menangani 23 mahasiswa, saat ini dosen ITERA sebanyak 147 orang. Kekurangan tenaga pengajar tersebut dapat diatasi dengan dosen dari ITB dan Unila.

Ofyar menerangkan selama ini telah melakukan penambahan dosen dengan merekrut sebanyak enam pada tahun ini.

Ia menambahkan, untuk mengatasi kekurangan dosen selama ini ITERA meminta bantuan tenaga pengajar dari ITB dan Universitas Lampung. “Berapapun yang kita minta akan diberikan oleh ITB,” ujarnya. (ant/ara)

Loading Facebook Comments ...
loading...