Sabu-Ektasi Rp 5,5 M Gagal Beredar 

0
Tujuh tersangka beserta barang bukti saat ditunjukkan ke awak media, kemarin.

SERUJAMBI.COM, Jambi – Kepolisian Daerah  Jambi berhasil menggagalkan peredaran Narkoba jenis sabu dan pil ekstasi senilai Rp 5,5 M di wilayah Provinsi Jambi. Sedikitnya 7 tersangka ikut diamankan. Itu merupakan hasil operasi yang dilakukan Direktorat Narkoba Polda Jambi selama bulan Juli dan Agustus 2017 ini.

“Tujuh tersangka ini ditangkap di berbagai tempat sepanjang uli hingga Agustus 2017 ini. Untuk barang bukti yang diamankan tersebut berasal dari berbagai daerah, seperti Aceh, Medan, dan Pekanbaru. Sementara itu 7 orang tersangka yang diamankan statusnya merupakan kurir,” Ungkap Kapolda Jambi Brigjen Pol Priyo Widyanto saat menggelar Pres Rilis, kemarin.

Ekpos kasus yang dilakukan Kapolda Jambi, turut menghadirkan 7 orang tersangka dengan total barang bukti yang berhasil di sita 2.515,95 gram Shabu, 9.033 BUTIR ekstasi merk LV dan Hello Kitty dengan berat 2.322, 15 gram.

Hasil tangkapan ini merupakan tindak lanjut dari Laporan yang dikembangkan oleh Direktorat Reserse Narkoba Polda Jambi, laporan tersebut diantaranya  LP /A – 108/VII/2017/ SPKT Polda Jambi, tanggal 10 Juli 2017,  LP / A – 118/VII/2017/ SPKT Polda Jambi, tanggal 24 Juli 2017,  LP / A – 1207VII/2017/ SPKT Polda Jambi, tanggal 26 Juli 2017,  LP / A – 122A/II/2017/ SPKT Polda Jambi, tanggal 29 Juli 2017,  LP / A – 125/VIII/2017/ SPKT Polda Jambi, tanggal 07 Agustus2017.

“Saat ini kita masih melakukan pengembangan terkait penangkapan ini. Siapa pemilik barang haram ini masih kita selidiki, karena yang kita tangkap merupakan kurir,” tandasnya.

Ke-tujuh tersangka yang dihadirkan diantaranya  RT, MNS, AT, NR, AR , NK dan MNR, sedang barang bukti yang berhasil disita yaitu narkotika jenis shabu dengan berat 2.515,95 GR, 9.033 butir ekstasi merk LV dan Hello kitty dengan berat 2.322, 15 gram.

Sementara bila diuangkan narkotika tersebut ditaksir dengan nilai RP 5,5 M dengan rincian  narkotika jenis shabu 2.515,95 gram = RP 3.270.735.000,- ( RP 1.300.000/KG) dan narkotika jenis pil ekstasi = 9.033 butir = RP 2.258.250.000,- ( RP 250.000/butir).

Peran tersangka dalam kasus ini adalah sebagai kurir dan pengedar di Jambi, untuk peran kurir mereka membawa narkotika dari medan menuju jambi, sumsel dan lampung dengan mendapat upah dari bandar rata-rata rp 10.000.000 sampai dengan Rp 30.000.000.

Modus Operandi, mereka  mengantar narkotika dari medan dengan menggunakan alat angkutan  umum/pribadi. Kemudian barang narkotika disembunyikan dalam kendaraan, biasanya disimpan di dasbor dan pintu. Selanjutnya tersangka yang berperan sebagai pengedar, menyimpan narkotika didalam rumah untuk diedarkan di Jambi.

Kepada para tersangka, mereka dijerat dengan pasal 114 ayat (2) undang-undang RI No. 39 Tahun 2009 tentang narkotika ( pengedar narkotika) dan 2.  pasal 112 ayat (2) undang-undang RI No. 39 tahun 2009 tentang narkotika ( menyimpan dan menguasai narkotika.(mui)

Loading Facebook Comments ...
loading...
Hosting Unlimited Indonesia MEDIA PARTNER: