Satu Nama dari Kerinci Hilir

0
Ilustrasi: Anung W/Seru Jambi
Jafni : Ingkari Fakta Integritas, Penghianat!
SERUJAMBI.COM, Jambi -Tensi politik jelang Pilkada Kabupaten Kerinci 2018 mendatang mulai memanas. Gejolak mulai pecah dari barisan komunitas Kerinci Hilir. Sejumlah tokoh Kerinci Hilir protes keras terhadap tim tujuh yang merilis hasil survei dari Lembaga Akses School of Research Jakarta.
Protes keras datang dari tokoh Kerinci Hilir yang angka surveinya berada dibawah, yakni Subur Budiman, Tafyani Kasim dan Candra Purnama. Padahal, sesuai fakta integritas,bahwa Kerinci Hilir bakal mengusung satu nama di Pilkada Kerinci. Acuannya adalah hasil survei. Kerinci Hilir akan mendorong satu nama yang memperoleh survei tertinggi.
Dari hasil survei calon bupati (Cabup) dari Kerinci Hilir, ada beberapa tokoh Kerinci hilir yang muncul dan berpeluang unggul di pilkada Kerinci 2018 mendatang. Mereka adalah Zainal Abidin, Tafyani Kasim, Subur Budiman dan Candra Purnama. Survey dilakukan di 6 kecamatan di Kerinci Hilir dan 16 Kecamatan dalam Kabupaten Kerinci.
Dr Kamaruddin, Direktur Lembaga Survey School of Research memaparkan, hasil survei elektabilitas dan popularitas menempatkan ada 4 tokoh Kerinci Hilir yang paling potensial maju di Pilbup. Hasil survei di wilayah Kerinci Hilir itu diantaranya Zainal Abidin dengan tingkat popularitas mencapai 88,8 persen. Sedangkan tingkat elektabilitasnya mencapai 18,6 persen.
Zainal Abidin berada di posisi teratas hasil survei. Kemudian diurutan kedua ada nama Tafyani dengan tingkat popularitas 72,0 persen dan 15,2 persen tingkat elektabilitas. Selanjutnya ada nama Candra Purnama dengan tingkat popularitas mencapai 37,1 persen dan elektabilitas hanya 7,1 persen.
Kemudian Subur Budiman tingkat popularitas mencapai 30,8 persen dengan Elektabilitas 0,0 persen. Kemudian, hasil survei di 16 Kecamatan, posisi 4 tokoh tersebut juga tak banyak berubah.
Nama Zainal Abidin tetap teratas dengan popularitas 73,2 persen dan elektabilitas 10,1 persen. Lalu Tafyani Kasim dengan tingkat popularitas 46,1 persen dan elektabilitas 6,4 persen. Sedangkan Chandra Purnama dengan popularitas 31,7 persen dan elektabilitas 2,8 persen.
Terakhir Subur Budiman dengan popularitas 27,5 persen dan elektabilitas 0,1 persen. Survey kali ini dilakukan atas kesepakatan bakal calon bupati kerinci hilir dan tim 9 tokoh Kerinci Hilir. Menurut Komarudin, lembaganya mengambil sampel sebanyak 800 responden dari 6 kecamatan.
Pasca di publikasikannya hasil survei, sejumlah calon bupati dari Kerinci Hilir langsung protes. Mereka mempertanyakan hasil survei yang dikeluarkan oleh Akses School Of Research. Pasalnya, berdasarkan kesepakatan awal, survei Kerinci Hilir akan dilakukan oleh Lembaga Survei Nasional (LSI) atau yang tergabung dalam Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (Persepi).
Subur Budiman, salah satu tokoh Kerinci Hilir mengatakan, ia sangat tidak percaya dengan survei yang dilakukan oleh tim 9. Bukan karena hasil survei yang menempatkan namanya berada diurutan terakhir. Namun, Subur menilai ada yang tak beres dari survei itu.
“Saya ini dua periode jadi anggota DPRD. Kenapa angka elektabilitasnya 0 persen.  Orang tua dan mertua saya berarti tidak milih saya, ini tidak masuk akal. Hasilnya nol, artinya kemana pengurus Hanura dan keluarga saya, ini kan tidak mungkin,” ujar Subur Budiman.
Namun, Subur mengakui, beberapa sisi survei itu benar. Tapi, ia menganggap hasil survei justru membunuh karekter politik seseorang.
Loading Facebook Comments ...
loading...
Hosting Unlimited Indonesia MEDIA PARTNER: