Satu Nama dari Kerinci Hilir

0
“Bisa dibayangkan, kondisi kita sudah 2 periode menjadi anggota Dewan, dan urutan ke Dua suara terbanyak dari Kerinci Hilir didapil 1, masa elektabilitas saya 0. Itu kan tidak masuk akal. Dengan hal itu, menjadi pertanyaan, masa orang yang baru datang ke Kerinci bisa jadi nomor 2, kita yang sudah lama dapat hasil 0,”katanya heran.
Subur sangat kecewa dan mempertanyakan juga lembaga survei yang digunakan. Karena tidak sesuai dengan kesepakatan awal.
“Kalau tahu begini enak kita bikin lembaga survei sendiri,”ujarnya.
“yang jelas kita tidak membutuhkan panitia dusun, yang kita butuh kan panitia pusat (KPU), itu yang jelas dan pasti,”ujarnya menyindir tim 9.
Protes juga datang dari Tafyani Kasim. Ia juga meragukan hasil survei yang dilakukan oleh lembaga survei Akses Of Research. Sebab, lembaga itu tidak tergabung dalam Persepsi. Bukan itu saja, ia malah mempertanyakan dasar dari Tim 9  Kerinci Hilir menetapkan lembaga survei Akses Of Researc sebagai pelaksana survei.
Pasalnya, berdasarkan kesepakatan awal, tim 9 Kerinci Hilir akan menggunakan Lembaga Survei Nasional untuk survei sejumlah calon dari Kerinci Hilir.
“Kami meragukan hasil survei tersebut, maka kami menyatakan akan melakukan survei pembanding dari lembaga survei nasional Indobarometer,” ujarnya.
“Insyaallah akan diumumkan pada pekan depan,” tambahnya.
Jika nanti hasil survei Indobarometer, dirinya tetap diposisi nomor 2, maka dirinya akan rapat dengan Tim. Ia juga bakal mendengarkan petunjuk dari konsultan politik.
“Jika konsultan politik mengusulkan tidak untuk maju, maka kita tidak maju. Namun, jika elektabilitas kita cenderung naik dan diminta maju, maka kita akan maju,” tegasnya.
Tafyani menambahkan, sekarang masih melakukan komunikasi dengan partai-partai. Dan seandainya tidak ada partai yang mendukung, maka dia akan maju melalui jalur independen.
“Kalau survei pembanding kita tertinggi dan tidak ada partai yang mendukung, bisa jadi kita akan maju melalui independen,”tegasnya.
Candra Purnama, juga meragukan hasil survei Kerinci Hilir Bersatu yang dilakukan Akses School Of Research. Ia menilai, penunjukan lembaga survei lari dari kesepakatan awal.
“Bagaimana kita mau sepakat, kalau kesepakatan awal kita telah dilanggar. Kesepakatan awal dulu kan, yang melakukan survei adalah LSI,” katanya.
Candra enggan bicara detail terkait apa yang akan dilakukannya terkait fakta integritas dengan tim 9 Kerinci Hilir Bersatu itu.
Sementara Zainal Abidin, salah satu tokoh Kerinci Hilir yang berada diposisi teratas hasil survei menegaskan, ia dan keluarganya menghormati semua keputusan yang dilakukan tim 9 sesuai fakta integritas.
Zainal mengaku siap untuk tidak maju dan mendukung satu calon dari Kerinci Hilir, jika hasil surveinya rendah. Namun, dari survei menunjukkan bahwa Zainal malah berada di posisi teratas.
Ia menegaskan apapun keputusannya itu merupakan hasil terbaik dari Kerinci Hilir. Maka jika hasil survei rendah, saya siap mundur, dan tim agar memahaminya. “Begitupun sebaliknya, hasilnya kita tertinggi, maka ada tugas berat kita kedepan,” ujarnya.
Loading Facebook Comments ...
loading...
Hosting Unlimited Indonesia MEDIA PARTNER: