Sekolah Jadwalkan Kunjungan ke Museum

0
Ilustrasi kunjungan siswa sekolah ke Museum Balanga. (ist)
SERUPALANGKARAYA.COM, Palangka Raya – Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah diharapkan dapat memerintahkan pihak sekolah menyusun jadwal mengunjungi museum Balanga agar pengetahuan peserta didik terhadap sejarah suku Dayak dan provinsi ini semakin meningkat.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kalteng Guntur Talajan di Palangka Raya, Kamis (9/11), mengatakan peran dunia pendidikan terhadap perkembangan pariwisata dan kebudayaan, termasuk meningkatkan pengunjung museum yang dikelola pemerintah sangat dibutuhkan.

“Kunjungan ke museum bukan hanya membantu Pemerintah dalam pengelolaan tapi juga memberikan dampak besar bagi peningkatan pengetahuan sejarah peserta didik,” tambahnya.

Dikatakan, perlu dipacu semangat peserta didik agar menggali lebih jauh tentang sejarah dan budaya Kalteng itu sendiri. Hal ini secara tidak langsung memberi dampak terhadap pengembangan budaya di provinsi berjuluk “Bumi Tambun Bungai-Bumi Pancasila” ini.

Guntur mengatakan Selain menambah pengetahuan terkait dengan sejarah dan budaya, kunjungan ke museum secara terjadwal oleh pihak sekolah akan memberikan dukungan pada pemerintah dalam mengembangkan museum, dimana sekolah menjadwalkan kunjungan ke museum yang ada.

Anak didik diharapkan dapat mengetahui apa yang ada dan tersedia di museum ini. Ada begitu banyak koleksi museum yang terkait dengan budaya masyarakat Kalteng, termasuk pula sejarah berdirinya Kalteng pertama kali, katanya.

Kepala Disbudpar Kalteng mengatakan pengetahuan terhadap sejarah tersebut bukan hanya ditingkat SD ataupun SMA, tapi juga bagi yang berada dijenjang SMA, kuliah, bahkan sampai masyarakat umum. Sebab, museum sebagai salah satu kunjungan wisata yang wajib bagi masyarakat Kalteng, dalam menambah pengetahuan khususnya pengetahuan mengenai budaya.

Dia mengatakan Peserta didik dan masyarakat dapat menyaksikan dan melihat secara langsung koleksi apa yang ada di museum. Dari kunjungan yang dilakukan dapat semakin mengenal apa yang terdapat disana, sehingga warisan yang ditinggalkan pendahulu Kalteng, seperti lukisan, arsitektur, termasuk senjata-senjata tradisional dan pakaian adat.

Saya sangat mengharapkan, setiap sekolah menyusun jadwal kunjungan setiap waktu. Minimal dalam satu kali dalam seminggu setiap sekolah. Bagaimanapun, adanya museum menjadi upaya dan langkah sederhana dalam mendapatkan pengetahuan terkait dengan sejarah dan budaya Kalteng, demikian Guntur. (ara/ant)

Loading Facebook Comments ...
loading...
Hosting Unlimited Indonesia MEDIA PARTNER: