Sidang Kasus Pengeroyokan, Kuasa Hukum Mantan Anggota Dewan Tebo Kecewa

0
Ilustrasi. Foto: Istimewa
SERUJAMBI.COM, Jambi – Mantan anggota DPRD Kabupaten Tebo, M Amin alias Amin Lok, menjalani persidangan lanjutan sebagai terdakwa dalam dugaan kasus tindak pidana pengeroyokan terhadap Ali Akbar. Diketahui, sidang di Pengadilan Neeri Jambi itu beragenda mendengarkan keterangan saksi dari pihak terdakwa, Kamis (26/10/2017).
Sidang yang dipimpin Oleh Majelis Hakim Makaroda Harfad, serta Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rudi Firmasnysah tersebut, sempat dibuka oleh majelis hakim.
Dalam penyampaiannya di muka persidangan, ketua majelis hakim Makaroda Harfad mengatakan, sidang yang dijadwalkan tersebut harus ditunda. Penundaan dengan alasan saat ini tahanan yang berada di lapas belum selesai administrasi perpindahaannya.
“Sedang pengurusan administrasi perpindahan tahanan dari polsek dan polda ke lapas,” ungkap Makaroda.
Sementara itu, tim kuasa hukum terdakwa melalui Soni Gulo, menyatakan kecewa dengan persidangan kali ini. Sebab, pihaknya telah mendatangkan saksi–saksi yang mengetahui kejadian tersebut.
“Kita sudah mendatangkan saksi yang melihat langsung kejadian tersebut,” ungkap Soni Gulo.
Soni menambahkan, persidangan kali ini akan dihadiri pihak keluarga dan warga Tebo yang telah hadir berkisar 40 orang yang harus kecewa denga di tundanya persidangan tersebut. “Masyarakat Tebo sudah hadir di sini dan keluarga beserta yang semuanya kurang lebih empat puluh orang,” cetus Soni.
Terpisah, Wajidi, salah satu tim kuasa hukum Amin Lok mengatakan, pihaknya telah menghadirkan 5 saksi meringankan untuk persidangan kali ini. “Kita sudah menghadirkan saksi diantaranya Safan, Ahyudin,” tegas Wajidi.
Untuk diketahui, dalam kasus ini menyeret M Amin alias Amin Lok, Lukman dan Wenda alias Wewen tersebut diduga melakukan tindakan pengeroyokan terhadap M Ali Akbar pada Selasa (22/11/2016) lalu. Kejadian berlangsung saat pelaksanaan saat dilakukan sidang lapangan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jambi terkait sengketa koperasi sepakat yang ketika itu M Amin sebagai ketua koperasi.
Namun, saat persidangan berlangsung M Amin, diduga tersinggung dengan adanya pengambilan foto dirinya saat itu oleh Ali Akbar hingga berakhir pengeroyokan.
Atas perbuatan ke tiganya, para pelaku dijerat dalam UU Pidana pasal 335 ayat (1) ke 1 KUHAP Jo Pasal 55 Ayat (1) ke 1 KUHAP. Sidang akan dilanjutkan, Selasa (31/10/2017) mendatang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi dari terdakwa.(yj02)
Loading Facebook Comments ...
loading...