Sumba Barat Relokasi 274 Jiwa Korban Kebakaran

0
Bupati Sumba Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur Agustinus Niga Dapawole. Foto: Istimewa
SERUKUPANG.COM, Kupang – Pemerintah Kabupaten Sumba Barat merelokasi 274 jiwa warga Kampung Adat Tarung ke lokasi pasar sambil menunggu kembali diperbaikinya 30 rumah adat di Kampung Tarung yang menjadi salah satu destinasi wisata di daerah itu.

“Warga kita relokasi ke pasar lama yang tak jauh dari kawasan kampung Tarung agar bisa kami pantau,” kata Bupati Sumba Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur Agustinus Niga Dapawole saat dihubungi Antara dari Kupang, Senin (9/10).

Ia mengatakan direlokasinya 274 jiwa warga Kampung Adat Tarung itu ke lokasi yang sudah disiapkan agar pemerintah setempat bisa memantau aktivitas warganya itu.

Agustinus mengatakan pada umumnya tidak ada yang tersisa dari kebakaran 30 rumah yang terdiri dari 28 rumah adat dan dua rumah ibadah dari kepercayaan Marapu warga di Kampung Adat tersebut.

“Saat kejadian tak ada warga di Kampung itu. Hanya ada anak-anak saja, sehingga wargapun tak mampu memadamkan api yang mulai menyala tersebut,” tuturnya.

Pemerintah daerah setempat sendiri usai kejadian tersebut langsung mengelar rapat untuk membahas dan membuka posko peduli Kampung Tarung agar berbagai bantuan bisa langsung disalurkan ke posko resmi yang bentuk oleh pemda setempat.

Pihaknya juga menyediakan nomor rekening BRI : 0235.01.001626.30.5 atas nama Humas Pemda Sumba Barat agar jika ada yang menjalurkan bantuan bisa melalui nomor rekening tersebut.

“Kalau kerugiannya saya tidak tahu pasti. Namun yang pasti bisa mencapai miliaran rupiah, sebab semua barang-barang kebutuhan masyarakat yang ada di dalam rumah itu hangus terbakar,” tambahnya.

Tak hanya rumah, batu kuburan yang ada di kawasan kampung tersebut juga pecah semua, sehingga pada Selasa (10/10) besok masyarakat akan bergotong royong untuk memperbaiki batu kuburan itu.

Karena pada Minggu (22/10) akan dilaksanakan perayaan “Wulla Poddu” yang sudah menjadi tradisi dari masyarakat di Sumba Barat.

Iapun berharap agar berangsur-angsur rumah adat di Kampung Tarung itu bisa dibangun kembali sehingga kebudayaan masyarakat Merapu tetap terjaga.

Sebelumnya Kapolres Sumba Barat AKBP Muhammad Erwin mengatakan kurang lebih 30 rumah adat yang terdiri dari 28 rumah adat dan dua rumah ibadah kepercayaan Merapu terbakar di Sumba Barat.

Puluhan rumah itu tak mampu dipadamkan oleh pihak kepolisian walaupun sudah menggunakan sebuah ‘water cannon’ milik Polres setempat dengan dibantu oleh puluhan mobil tangki air sebab rumah adat itu terbuat dari alang-alang dan kayu. (ara/ant)

Loading Facebook Comments ...
loading...
Hosting Unlimited Indonesia MEDIA PARTNER: