SURAT CINTA: Kepada Bapak-bapak Dewan yang Tersangkut OTT KPK

2
love letter surat cinta seru
Dear Bapak Dewan yang Terhormat, apa kabar hari ini? Sehat? Masih semangat? Masih menjaga amanah suara kami? Kalau iya, sukurlah. Karena kami selalu mendoakan kalian semua.
Sebagai rakyat yang memilih kalian, jujur, saya sangat terpukul begitu mendengar ada dari kalian yang terciduk pada operasi tangkap tangan oleh KPK beberapa minggu lalu. Sumpah, saya sangat kecewa waktu itu. Pedih, Pak Dewan! Pediiih…. Sakitnya itu, kalau diibaratkan, jika terluka lalu diteteskan air jeruk nipis, nah, coba bayangkan perihnya…
Begitulah hati saya, Pak Dewan. Lukanya sangat menyayat. Sungguh, kalian tega!!!
Kalau Bapak bertanya, kenapa sampai hati saya terluka? Baiklah, akan saya jelaskan. Tapi singkat saja ya, karena, Bapak-bapak yang terhormat pasti sedang sibuk (mengurus kepentingan kami, para rakyat).
Saya ini rakyat biasa, Pak. Tak ada yang istimewa dari saya. Tetapi saya sadar, saya akan jadi istimewa setiap 5 tahun sekali, tepat ketika pemilihan umum dilaksanakan. Saya langsung merasa ada ketika Bapak dan kawan-kawan Bapak memberi perhatian lebih. Saya bangga ketika Bapak dan “sejenis” Bapak datang ke rumah, menelpon, meng-SMS (tahun-tahun lalu Whatsapp belum booming, ya, Pak), atau bahkan mengajak saya nongkrong sambil ngopi-ngopi santai.
Lalu “sejenis” Bapak mengajak diskusi tentang apa saja yang berbau kemajuan. Pembangunan-pembangunan, kesejahteran-kesejahteraan, janji-janji kebahagiaan jika daerah kita maju, menjadi pembicaraan rutin yang kita bahas dari hari ke hari.
Bapak tahu? Sewaktu itu saya mulai jatuh hati kepada Bapak dan sejenisnya. Jatuh hati melihat betapa pedulinya Bapak kepada nasib kami, kaum papa yang tak punya apa-apa selain suara. Pada akhirnya, saya mulai jatuh ke pelukan Bapak dan sejenisnya. Lalu saya coblos lah nama sejenis Bapak ketika Pemilu lalu. Hasilnya, ia menduduki kursi empuk di atas sana, dan siap mewujudkan semua harapan yang saya amanatkan kepada dirinya.
Setelah menanti beberapa tahun, saya tak lagi mendengar kabar dari Bapak atau sejenis Bapak. Saya benar-benar diceuki, didiamkan, dilupakan bahkan dihapus dari daftar nama para sahabat dan handai taulan. Jangankan mau bertemu, telepon WA pun tak dibalas. Dari sini saya mulai terluka, tapi berusaha mengobatinya sendiri karena luka itu tak begitu dalam.
Saya berpikir, mungkin Bapak lupa karena Bapak dan sejenis Bapak sibuk mengurusi nasib saya dan daerah ini. Saya berbaik sangka, bahwa Bapak dan sejenis Bapak, kini sedang berjuang mati-matian memajukan daerah kita tercinta ini.
Saya juga paham ketika Bapak harus ke sana-sini, jalan ke sana jalan ke sini, terbang ke sana terbang ke sini, kunjung ke sana kunjung ke sini, study ke s  ana study ke sini, semua itu untuk saya, bagian kecil dari rakyat jelata yang berharap kemajuan.
Bahkan, saya juga paham ketika Bapak harus ribut-ribut memperjuangkan gaji dan tunjangan Bapak dan sejenis Bapak. Karena, toh, Bapak kan sibuk, harus ke sana ke sini, mengorbankan ini-itu, sehingga harus ada feedback untuk Bapak dan keluarga Bapak. Saya bahkan mendoakan gaji Bapak bisa setinggi langit, supaya Bapak tambah semangat mengurusi saya dan sejenis saya.
Tetapi Pak, saya mulai tak paham ketika Bapak tersangkut kasus dugaan suap RAPBD Provinsi Jambi. Lebih tak paham lagi ketika sebagian Bapak tertangkap tangan oleh KPK pada operasi beberapa minggu lalu. Dari sini saya mulai kecewa, sakit hati bahkan terluka parah.
Pak, kalian tega!
Tega menghianati amanah dari saya dan sejenis saya, tega melupakan janji-janji, mimpi-mimpi manis dan bayangan indah masa depan yang cerah. Kalian menghempaskan kami yang terninabobokkan dengan kenyataan pahit OTT KPK. Kami kalian anggap apa, Pak?
Sampah kah? Onderdil kah? Ornamen kah? Atau sesuatu yang tak ada tapi ada untuk Anda manfaatkan? Ah, Bapak… kalian kejam, sampai hati…
Uang yang kalian ambil itu berasal dari saya dan sejenis saya, yang kami kumpulkan dengan sisa-sisa peluh masih melekat di bantal akibat tertidur karena lelah dan tak sempat mandi. Uang itu adalah potongan pendapatan kami yang kini makin sulit naik sejak harga-harga kebutuhan pokok terus naik, subsidi dipangkas, BBM dijadikan bisnis, apa-apa mesti bayar seperti level atas-bawah sama saja, pokoknya uang itu berasal dari saya dan sejenis saya, Pak.
Saya terluka parah ketika tahu bahwa uang itu kalian bagi-bagi, kalian pakai untuk menyenangkan sebagian golongan saja, melupakan golongan yang lebih besar, rakyat. Makin sakit hati saat sadar bahwa Bapak dan sejenis Bapak menganggap itu hal biasa dan sudah jadi rahasia umum.
Entahlah, Pak. Saya tak bisa berkata-kata lagi selain mengungkapkan kegundahan hati ini, supaya Bapak dan sejenis Bapak bisa membaca isi hati saya dan sejenis saya yang kini terluka.
Terlepas dari itu, Bapak Dewan yang terhormat, saya tetap mendoakan Bapak dan sejenis Bapak bisa sehat wal afiat, dan diberi pencerahan untuk memajukan daerah ini. Sebab, kami yakin, masih ada yang punya hati nurani demi kami, rakyat kecil ini. Bagi yang tersangkut kasus ini, mungkin lagi khilaf, biasalah, manusia…
Kalau nanti butuh suara lagi, kabari saya ya, Pak. Telepon lagi saya, WA boleh, ngopi-ngopi apalagi. Setelah itu, mau lupain lagi juga tak apa-apa. Asal, jangan lupakan amanah kami. Jangan korupsi lagi, Pak. Jaga amanah kami.
Salam prihatin dari kami, rakyat yang kini berduka cita atas OTT KPK.
Jambi, 11 Desember 2017

Monas Junior, Rakyat Jambi

 


Seru Jambi Online (serujambi.com), kembali membuat rubrik baru bertajuk “Surat Cinta”. Rubrik ini berisi tentang curahan isi hati pembaca, baik mengenai sosial, asmara maupun perkembangan zaman yang menciptakan kegelisahan hati.
Sampaikan curhat Anda dengan bahasa yang menarik, tema asyik, dan struktur bahasa sopan dan tak memuat unsur pornografi maupun SARA. Contoh Surat Cinta bisa buka di rubrik SURAT CINTApada web ini.
Untuk yang Dibuai Asmara
Selain itu, rubrik ini juga terbuka bagi yang ingin mengucapkan selamat ulang tahun kepada pasangan (suami/istri, pacar/kekasih) bahkan yang mau melamar kekasih untuk dinikahi maupun dijadikan pacar.
Kirimkan naskah Anda ke email opiniseru@gmail.com, dengan format:
Nama                     :
Alamat                   :
Judul Surat            :
Ditujukan kepada   :
Kontak Person (IG/FB/twitter/email) :
Isi (minimal 5 paragraf tanpa spasi) :
Bisa juga mengirimkan naskah lewat inbox ke instagram Serujambicom atau via Whatsapp di nomor 0852 7333 6899.

Ditunggu karya-karya cerdasnya.

Seru Jambi menebar cinta….

Loading Facebook Comments ...
loading...