Susahnya Bersuara, di Rezim Pemerintahan Jokowi-JK

0
Putra, Kordinator Pengurus Pusat FL2MI saat tengah berorasi (ist)
SERUNESIA.COM, Jakarta – Aksi damai yang di gelar oleh Forum Lembaga Legislatif Mahasiswa Indonesia (FL2MI) bersama dengan Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) serta masa serikat buruh, dalam rangka menagih janji Nawacita Pemerintahan Jokowi -JK yang sudah 3 tahun berjalan, di depan Istana Negara,Jumat (20/10/2017).
Aksi damai long march dari Patung Kuda menuju Istana Negara, para mahasiswa juga menggelar upacara dan menyanyikan lagu Indonesia Raya di tengah jalan, jumlah masa dalam aksi tersebut berkisar 5000 masa, yang terdiri dari berbagai kampus diseluruh Indonesia. Selain itu juga ditambah Ribuan masa dari serikat buruh yang juga hadir menuntut hal sama.
Masa Aksi bertahan hingga larut malam karena, tidak mendapat sambutan yang baik oleh pemerintah, mereka tidak diberikan kesempatan untuk menemui presiden dan wakil presiden yang dipilih oleh rakyat 3 tahun yang lalu, sehingga masa bertahan di depan Istana Negara sambil menyalakan lilin dan bersolawat.
Aksi yang berlangsung kondusif dan damai itu, tiba-tiba ricuh setelah ada “oknum” yang disinyalir bukan dari masa aksi melemparkan batu ke aparat. Lemparan batu dari masa langsung di respon agresif oleh aparat dengan mengamankan 9 mahasiswa, keributan pun tak bisa dihindarkan lagi.
Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis menyebut ada 9 orang yang diamankan dari demo yang berlangsung di dekat Istana Merdeka. Idham menyebut 9 orang itu bisa dijerat dengan Pasal 406 dan Pasal 170 KUHP.
“Kemungkinan nanti kita akan kenakan Pasal 406 dan 170,” sambung Idham. Idham menyebut 9 orang itu diduga melakukan perusakan barang perlengkapan milik Polri dan fasilitas umum. “Sementara melakukan perusakan baik terhadap inventaris anggota Polri maupun taman dan fasilitas umum,” ucap Idham.
Menurut Putra, Kordinator Pengurus Pusat FL2MI, “dalam hal ini menyanyangkan tindakan dari aparat yang terkesan agresif terhadap masa aksi demo, padahal dalam hal ini teman-teman masa aksi hanya ingin beretemu dengan pak jokowi untuk menyampaikan aspirasi yang dimana bertepatan juga di tiga tahun kepemimpinan pak jokowi, yang dimana kita semua rakyat bisa melihat gonjang-gonjang apa yang terjadi pada negara saat ini, keadilan tumpul kebawah, kesehjahteraan belum merata dan masih banyak lainya yang sekiranya akan kami sampaikan kepada pak jokowi, namun apa yang dilakukan aparat seakan-akan mencederai dari apa yang dimaksud dalam demokrasi itu sendiri,” tegas Putra.
dari pantauan kami, delapan nama mahasiswa yang tertangkap oleh aparat, yakni Yogi Ali, Golbi, Yahya dan Susilo dari IPB, Aditya dari Unri, Taufik dan Wafik dari Brawijaya, Fauzan dari STEI Tazkia, Ramadhani dari Universitas Pakuan, Rifki Abdul dari AKPI Bogor dan Gusti dari Untirta.
Sementara beberapa mahasiswa diantaranya diketahui bernama Ray, Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) angkatan 2015 mengalami luka di kepala. (ak8media/ara)
Loading Facebook Comments ...
loading...
Hosting Unlimited Indonesia MEDIA PARTNER: