Tabir Alami Kelangkaan Gas Elpiji

0
Ilustrasi Warga yang sedang mengantre membeli Elpiji. Foto: Istimewa
SERUNESIA.COM, Merangin – Sepekan terakhir ini, warga Kecamatan Tabir, Kabupaten Merangin, mengeluhkan susahnya mendapatkan gas LPG (Elpiji) 3 kilogram (Kg) yang menjadi bahan bakar utama kebutuhan rumah tangga di kecamatan itu.
Kelangkaan gas Elpiji 3 Kg Ini, faktanya hanya terjadi di Kecamatan Tabir saja. Sementara di kecamatan lainnya, gas elpiji 3 Kg justru tidak mengalami kelangkaan.
Akibat kelangkaan gas Elpiji 3 Kg ini, harga jual gas di kecamatan itu dijual diluar batas Harga Eceran Tertinggi (HET), yang seharusnya dihargai Rp18.000 Ribu. Namun akibat kelangkaan itu, warga harus membeli dengan harga mulai dari harga Rp25-27 ribu pertabungnya.
Jariah, warga Kecamatan Tabir mengungakapkan bahwa sudah dua hari terakhir ini dirinya beralih dari kompor gas ke kompor Hock, ini dikarenakan susahnya mendapatkan gas Elpiji 3 Kg itu.
“Sehari lalu terpaksa masak mengunakan kompor Hock. Susah untuk memdapatkan gas Elpiji sekarang. Terakhir saya beli harganya Rp25 ribu rupiah,” ujar Jariah, (5/10/2017).
Hal serupa juga dikatakan Sari, Ia mengatakan, untuk mendapatkan gas Elpiji 3 Kg perlu perjuangan, sebab dirinya harus menempuh perjalanan hingga empat kilometer mengunakan kendaraan roda dua.
“Biasanya dekat rumah ada yang jual, beberapa hari terakhir ini, kata penjual susah untuk mendapatkan gas elpiji. Mau tidak mau saya mencari hingga ke kelurahan lain,” ungkap Sari.
Terpisah, Mustapa, agen gas elpiji eceran menyebutkan, stok dirumahnya sudah habis, biasanya dirinya menjual gas Elpiji 10 tabung baru habis selama satu minggu.
“Habis semua, nyari di pasar gas juga tidak ada yang jual. Kadang, gas ini putus, entahlah kalau di tempat lain. Kalau saya biasa jual 10 tabung itu habis satu minggu, kalau seakarang dapur saya juga tidak mengunakan gas,” pungkasnya. (iuk/clp)
Loading Facebook Comments ...
loading...
Hosting Unlimited Indonesia MEDIA PARTNER: