Tidak Hadir Panggilan DPP PDIP, Tiga Kandidat Gugur

0
Tidak Hadir Panggilan DPP PDIP, Tiga Kandidat Gugur

SERUJAMBI.COM, Jambi – Perebutan dukungan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) semakin mengerucut. Kini, pertarungan hanya diberebutkan tujuh kandidat yakni Al Haris, Nalim, Syukur Al Qodry, Khafid Moein dan Salam.

Sementara itu, tiga kandidat lainnya yakni Try Herman Effendi, Damiri dan Sanri Can Indra dipastikan gugur.

Gugurnya tiga kandidat tersebut dikarenakan mangkir dari panggilan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP untuk menjalani Fit and Propertest.

Sekretaris PDIP Merangin Agus Purnomo mengatakan, bahwa memang ada tiga kandidat yang sudah dipastikan “terbuang”. Lanjutnya, mereka dinilai tidak serius dipinang PDIP.

“Ada tiga orang yang tidak hadir tanpa keterangan, yakni Damiri, Herman Effendi dan Sandri Can Indra. Otomatis mereka gugur,” ujar Agus, kepada Seru Jambi, kemarin (27/8).

Ketiga orang ini, sambung Agus, menunjukan tidak ada niat untuk memperoleh dukungan dari PDIP. Karena, panggilan DPP tersebut sangat diwajibkan bagi semua kandidat yang mendaftar di penjaringan dukungan PDIP.

“Itu wajib, tidak bisa diwakilkan. Makanya karena mereka ini tidak ada keterangan, jadi kita simpulkan mereka tidak serius mendaftar di kita,” ungkap Agus.

Sementara, ada satu kandidat lagi yang juga berhalangan hadir di DPP PDIP. Yakni, Syukur Al-Goodri, namun kata Agus, Syukur tidak hadir dengan alasan sedang melaksanakan ibadah haji.

“Kalau Syukur sedang pergi haji. Dan dia meminta kepada kita untuk mengatur ulang jadwal fit and propertestnya,” ujar Agus.

Namun, Agus belum bisa memastikan apakah bisa mengatur ulang fit and propertest tersebut. Sambung Agus semua yang memutuskan adalah DPP PDIP.

“Kita juga belum berani memastikan, sejauh ini belum ada konfirmasi dari DPP apakah bisa diatur ulang jadwalnya,” pungkasnya.

Sementara itu, Sekertaris DPD PDIP Provinsi Jambi, Chumaidi Zaidi, juga membenarkan ada beberapa kandidat yang tidak menghadiri panggilan DPP. ”Semuanya dari daerah Merangin,” ujar Chumaidi.

Dia menegaskan, memang yang tidak hadir tanpa keterangan, langsung dicoret namanya dari daftar penjaringan dukungan. Sedangkan untuk Syukur, kemungkinan besar akan dilakukan penjadwalan ulang.

”Tentu kita kasih kesempatan, karena beliau kan alasannya sedang beribadah. Dan itu tidak menjadi masalah untuk kami,” pungkasnya.

Apakah penjadwalan ulang ini, akan mempengaruhi proses penjaringan dukungan yang dilakukan oleh PDIP Provinsi Jambi. Chumaidi menjelaskan, hal itu tidak berpengaruh signifikan terhadap proses, termasuk pelaksanaan survei nantinya.

“Surveikan nantinya ada di tahap akhir dari proses ini, saya rasa tidak ada pengaruhnya,” pungkasnya.(hry/usa)

Loading Facebook Comments ...
loading...
Hosting Unlimited Indonesia MEDIA PARTNER: