Tips Atasi Kaki Bau

0
Ilustrasi: kaki
Ilustrasi: kaki
Pernahkah Anda merasa tiba-tiba semua mata tertuju pada Anda, padahal tidak ada yang salah dengan penampilan Anda. Ternyata Anda mencium aroma tidak sedap yang datang dari kaki Anda. Bau kaki memang menjadi salah satu masalah karena cukup mengganggu banyak orang dan memalukan. Bau pada kaki dalam dunia kesehatan disebut dengan “bromodosis”.
Apa penyebab bau kaki?
Bau kaki disebabkan oleh bakteri yang bercampur dengan keringat. Keringat yang bercampur dengan bakteri adalah penyebab utama bau kaki.
Kaki adalah habitat alami dari bakteri, karena sering berada pada kondisi yang lembabh dan tertutup. Saat mereka bercampur dengan keringat yang keluar dari kaki, maka keluarlah aroma tidak sedap dari kaki Anda.
Kaki memiliki kelenjar keringat yang lebih banyak daripada bagian tubuh lainnya. Kelenjar ini mengeluarkan keringat secara rutin sepanjang hari untuk menjaga kelembaban kulit.
Beberapa jenis sepatu dan kaos kaki dapat meningkatkan produksi keringat sehingga keringat di kaki tidak sempat menguap ataupun terserap dengan baik, mengakibatkan kaki yang selalu basah/lembab. Kondisi ini adalah lingkungan terbaik bagi bakteri untuk berkembang dengan pesat.
Setiap orang bisa mengalami kaki yang berkeringat, namun lebih sering terjadi pada usia remaja dan wanita hamil karena perubahan hormon membuat kaki mereka lebih sering berkeringat.
Kaki Anda juga akan berkeringat jika Anda mengenakan sepatu sepanjang hari, ataupun ketika sedang stres.
Penyebab bau kaki lainnya adalah kebersihan kaki yang tidak terjaga, yang bisa diakibatkan oleh jarang mencuci kaki ataupun tidak mengganti kaos kaki secara rutin. Higienitas kaki yang buruk juga bisa menyebabkan infeksi jamur pada kaki, yang juga dapat menghasilkan bau kaki.
Selain itu, orang dengan diabetes dan penyakit jantung cenderung lebih rentan terhadap bau kaki dan infeksi karena peredaran darah yang terganggu.
Tips mengatasi bau kaki
Berikut ini adalah tips-tips yang dapat Anda terapkan untuk mengatasi bau kaki yang berlebih.
Cuci kaki dengan sabun anti-bakteri
Cucilah kaki Anda secara rutin dengan sabun antibakteri. Sabun ini bisa Anda temukan dengan mudah di toko ataupun apotik sekitar rumah Anda.
Rendam kaki anda pada air garam
Garam mengurangi kelembaban pada kaki anda, sehingga mengurangi jumlah bakteri yang hidup di kaki. Tuangkan air hangat pada baskom yang cukup untuk kaki anda, kemudian masukkan satu atau setengah gelas kecil garam. Rendam kaki Anda selama 20 menit setiap hari. Lakukan selama dua minggu.
Rendam kaki anda dengan cuka
Jika anda tidak ingin para bakteri hidup pada kaki Anda, gunakan rendaman air dengan cuka. Cuka memiliki efek untuk mengeringkan sehingga bakteri mati kelaparan. Campurkan cuka dan air secukupnya pada baskom. Rendam kaki anda 30 menit setiap hari selama satu minggu.
Gunakan rendaman teh
Kandungan asam yang ada pada teh berguna untuk menutup pori-pori pada kaki, sehingga mengurangi jumlah keringat yang dikeluarkan. Celupkan dua kantong teh hitam pada 500 mililiter air selama 15 menit. Kemudian angkat kantong teh dan campurkan dengan dua liter air selama 30 menit. Lakukan setiap hari selama satu minggu.
Menggunakan minyak bunga lavender
Selain aromanya yang harum, ternyata minyak bunga lavender juga memiliki kandungan yang berfungsi membunuh bakteri penyebab bau kaki. Usapkan dan pijat pada kaki anda sebelum tidur. Kemudian pakai kaos kaki Anda.
Sebelum memakainya, coba terlebih dahulu usapkan pada sebagian kecil area kaki Anda untuk melihat apakah minyak yang dipakai menyebabkan iritasi.
Ganti kaos kaki dan sepatu anda secara berkala
Cara terbaik untuk menghindari kelembaban yang terjadi pada kaki Anda yakni mengganti kaos kaki anda ketika lembab. Ganti kaos kaki Anda secara rutin dan jangan gunakan secara terus menerus. Sama halnya dengan kaos kaki, sepatu Anda juga mengunci kaki Anda dengan keringat dan menyebabkan kelembaban. Oleh karena itu sebaiknya anda tidak memakai kaos kaki dan sepatu yang sama setiap hari karena jumlah bakteri yang menyebabkan bau akan menumpuk.
Anda bisa membawa beberapa pasang kaos kaki atau sepatu jika aktivitas Anda menyebabkan keringat di kaki berlebih. Jika tidak mengharuskan pakai sepatu, pakai sandal atau sepatu yang sisinya terbuka untuk memudahkan udara masuk pada kaki Anda. Hal ini membantu kaki Anda untuk tetap kering.
Keringkan kaki sebelum memakai alas kaki
Sebelum memakai sepatu, keringkan kaki Anda terlebih dahulu. Hal ini mencegah kelembaban dan infeksi karena tumbuhnya jamur kaki. Infeksi karena jamur sering diesebut dengan “kaki atlit”.
Mengontrol stres
Stress dan hormon dapat memicu keluarnya keringat lebih banyak dan cepat. Keringat yang disebabkan karena stress berbeda dengan keringat yang dikeluarkan karena panas. Keringat yang dikeluarkan oleh stress diproduksi oleh kelenjar keringat yang berbeda dan memiliki bau yang lebih menyengat.
Selain itu perubahan hormon pada tubuh juga dapat mengubah produksi keringat. Perubahan hormon biasanya terjadi pada wanita hamil, saat menopause, dan pada remaja. Antisipasi terjadinya bau kaki dengan mengurangi dan mengontrol stres Anda.
Atasi infeksi pada kaki
Beberapa orang memiliki kondisi “kaki atlit”. Biasanya terjadi pada Anda yang senang berolahraga. Jamur dapat berkontribusi terhadap bau kaki. Biasanya seorang akan mengaplikasikan krim anti jamur pada kaki dan sela-sela yang gatal. Sebenarnya krim atau semprotan anti jamur yang diaplikasikan pada sela-sela jari kaki malah membuat lembab dan membuat bau kaki lebih buruk. Oleskan saja krim anti jamur pada bawah dan sisi kanan serta kiri kaki Anda. Untuk sela-sela Anda dapat menaburkan bedak anti jamur.
Itu penyebab dan tips yang dapat Anda perhatikan untuk mengurangi bau pada kaki Anda. Jika masih berlanjut, konsultasikan ke dokter, karena beberpa kasus membutuhkan penanganan antibiotik untuk menghilangkan bakteri.(esa/webkes)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

loading...
Hosting Unlimited Indonesia MEDIA PARTNER: