Unja-Minamas MoU Desa Mandiri Cegah Api

0
Seorang pembicara tengah memberikan paparannya pada seminar sehari tentang upaya pe cegahan Karhutla yang digelar di Kampus Unja, Mendalo. Foto: ant/serujambi

SERUJAMBI.COM, Jambi – Universitas Jambi (Unja) bersama Minamas Grup menandatangani kerja sama program “Desa Mandiri Cegah Api” sebagai upaya untuk pencegahan kebakaran hutan dan lahan di provinsi itu.

Penandatanganan kerja sama dua institusi itu dilakukan di Aula Auditorium Rektorat Unja Mendalo, Kabupaten Muaro Jambi Provinsi Jambi, Rabu (9/8).

Wakil Rektor VI Bidang Kerja Sama Unja Prof Dr Zulkifli Alamsyah yang mewakili Rektor Universitas Jambi Prof H Johni Najwan melakukan penandatanganan bersama perwakilan dari Minamas.

Ia mengatakan “Desa Mandiri Cegah Api” merupakan program pencegahan kebakaran hutan berbasis desa.

Menurut dia kerja sama itu merupakan yang keempat kalinya dijalin antara Unja dengan Minamas, dan merupakan salah satu upaya untuk mencegah kebakaran hutan melalui pendekatan masyarakat desa, khususnya di dekat hutan.

Hadir pada kesempatan itu unsur pimpinan Unja, dosen serta mitra lainnya yang terkait dengan aktivitas pencegahan kebakaran hutan dan lahan di provinsi itu.

Selain penandatanganan kerja sama itu, juga digelar seminar sehari dengan tema membangun kolaborasi bersama mencari solusi permasalahan kebakaran hutan dan lahan melalui kerja sama perguruan tinggi dan swasta.

Tampil sebagai pembicara salah satunya Ny Evi Luthfy yang memaparkan tema monitoring musim kemarau 2017 dan prospek musim hujan.

Pada pertengahan Agustus 2017 ini, Provinsi Jambi memasuki musim kemarau. Pemantauan titik api atau “hot spot” dilakukan sangat intensif dengan memanfaatkan teknologi satelit modis yang dimiliki oleh BMKG.

Kesiagaan penanggulangan Karhutla telah dilakukan, salah satunya selain mengerahkan SDM TNI, Polri, BNPB serta masyarakat, juga didukung oleh dua unit helikopter yang bertugas melakukan pemadaman titik api dari udara.

Kegiatan itu juga sebagai langkah untuk memotret penyebab kebakaran hutan dan lahan gambut yang terjadi hampir setiap tahun dan berulang.

Seminar itu merupakan “kick off meeting” dalam mencari model keseimbangan dalam mengatasi kebakaran gambut antara swasta dengan masyarakat desa atau berbasis masyarakat desa secara berkelanjutan untuk budi daya, konservasi dan sosial ekonomi. (ant/ara)

Loading Facebook Comments ...
loading...
Hosting Unlimited Indonesia MEDIA PARTNER: