Unja Targetkan PNBP 2018 Rp 175 M

0
Rektor Universitas Jambi Prof Johni Najwan
SERUJAMBI.COM, Jambi – Universitas Jambi menargetkan perolehan dari sektor penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp175 miliar pada 2018 pascapenetapan status perguruan tinggi tersebut sebagai badan layanan umum (BLU).

“Sekarang Unja statusnya sudah menjadi BLU, dan tahun 2018 untuk penerimaan PNBP target kita sebesar Rp175 miliar,” kata Rektor Universitas Jambi Prof Johni Najwan di Jambi, Selasa (12/12).

Universitas tertua di Provinsi Jambi itu telah berstatus badan layanan umum dalam hal pengelolaan keuangan.

Untuk meningkatkan PNBPt, pihaknya akan menggali potensi dengan memanfaatkan pengelolaan lahan dan pemanfaatan aset yang dimiliki perguruan tinggi itu.

Pendapatan anggaran dari PNBP itu, kata Rektor, juga nantinya bisa berasal dari sektor dana hibah atau dana kerjasama penelitian dan lain sebagainya.

“Semua yang tidak bertentangan dengan aturan, yang menjadi potensi PNBP yang ada di Unja akan kita gali untuk meningkatkan penerimaannya itu,” katanya.

Potensi lain yang nantinya akan menjadi sumber pendapatan (income) itu kata Rektor, diantaranya pengelolaan lahan parkir dan pemanfaatan aset gedung balairung.

“Seperti gedung balairung itu saat ini sedang kita rehab dan semuanya nanti dengan interior yang bagus, sehingga balairung itu nanti menjadi sumber pendapatan Unja,” katanya.

Dengan menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (PPK-BLU) itu, pengelolaan keuangan Unja akan lebih fleksibel dalam penyusunan rencana penggunaan sesuai dengan peraturan perundang-udangan yang berlaku.

“Sudah banyak persiapan dan tindak lanjut setelah ditetapkan BLU ini. Kita juga sudah menyusun rencana bisnis anggaran (RBA), dengan demikian pengelolaan keuangan Unja menjadi lebih fleksibel dan mandiri,” katanya.

Selain itu, Rektor menjelaskan keuntungan lain dengan penerapan PPK-BLU tersebut adalah ketika anggaran surplus atau Silpa pada tahun berjalan, maka dapat dipergunakan lagi pada tahun berikutnya.

“Ketika anggaran Unja ada yang surplus, maka dengan BLU ini boleh dimasukkan digunakan untuk tahun berikutnya, sehingga menjadi fleksibel,” kata Johni. (ara/ant)

Loading Facebook Comments ...
loading...