Upah Buruh Panen Padi di Abdya Naik

0
Ilustrasi Buruh Padi. Foto: Istimewa

SERUACEH.COM, Blangpidie – Upah buruh panen padi tradisonal di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mulai meningkat dari sebelumnya yakni dari Rp1,5 juta menjadi Rp1,8 juta/hektare pada musim panen gadu 2017.

Idris, buruh panen padi, warga Kecamatan Tangan-Tangan di Blangpidie, Selasa (15/8) mengatakan, naiknya ongkos panen padi tradisonal itu disebabkan minimnya “combine harvester” (mesin panen).

“Keberadaan mesin panen padi canggih itu masih minim di Abdya, makanya upah panen padi tradisonal mahal dari tahun lalu,” ujarnya.

Idris berkata, dirinya saat ini sedang memanen tanaman padi milik warga Blangpidie, dilahan sawah Desa Keude Paya. Pemilik memberi upah sebesar Rp1,8 juta/hektar digratiskan rokok dan kopi.

“Ongkos panen padi sebesar itu belum termasuk rokok dan kopi pekerja. Biasanya rokok dan kopi untuk buruh itu ditanggung pemilik sawah dua kali sehari di luar ongkos,” tuturnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Abdya, Muslim Hasan mengatakan, jumlah combine harvester milik pemerintah daerah masih sangat minim, sehingga sebagian petani harus panen padi secara tradisonal.

“Combine milik Pemkab Abdya hanya 5 unit dan semuanya telah diturunkan ke lahan persawahan di sejumlah kecamatan untuk melakukan proses panen padi milik petani,” katanya.

Ia berkata, permintaan untuk memanen padi dengan combine sangat tinggi karena biaya murah dan waktu memanen pun relatif singkat bila dibandingkan dengan cara tradisonal membutuhkan waktu lama.

Selain membutuhkan waktu lama, biaya yang dikeluarkan petani untuk proses panen sangat tinggi hingga mencapai Rp1,8 juta/hektare ditambah lagi dengan ongskos perontok dengan menggunakan power trheser.

Tetapi, lanjut dia, bila tanaman padi dipanenkan dengan mengunakan mesin combine milik pemerintah, ongkosnya menjadi murah, yakni Rp20 ribu/kuintal atau Rp10 ribu/karung gabah isi 50 kilogram.

“Sekarang ada juga masuk combine milik swasta dari luar daerah. Cuma ongkosnya mahal, mencapai dua kali lipat dari ongkos panen dengan combine milik Pemkab Abdya,” katanya.

Ia menjelaskan, dari jumlah lahan sawah keseluruhan sekitar 11,178 hektare, baru sekitar 3 ribu hektare yang sudah dipanenkan petani, selebihnya masih dalam proses panen dan ada juga sedang menguning. (ant/ara)

Loading Facebook Comments ...
loading...
Hosting Unlimited Indonesia MEDIA PARTNER: