Usai Nonton Pawai, SP Digituin Datuk-datuk

0
Ilustrasi: pencabulan
Ilustrasi

SERUJAMBI.COM, Sarolangun – Malang nian nasib yang menimpa SP, gadis berusia 17 tahun asal Desa Batu Ampar Kecamatan Pauh, Sarolangun. Ia dicabuli seorang tak dikenal, datuk-datuk atau usia lanjut, pada 19 Agustus 2017 lalu. Saat itu, SP diculik oleh pelaku usai menonton pawai atau karnaval HUT RI di Pauh.

Informasi yang didapat, SP diketahui hilang pada 19 Agustus. Dan ditemukan lagi di Rumah Makan Bayang Sani, Pauh, pada 20 Agustus. Saat ditemukan, di tangan SP ada uang Rp 80 ribu. Korban tiba di rumah makan itu setelah turun dari mobil bus Beringin.

Kepala Desa Batu Ampar, Yanti, kepada wartawan menjelaskan, pada 19 Agustus lalu, korban yang tergolong tuna grahita atau kelainan pada perkembangan mental intelektual ini, pergi ke Pauh untuk menonton karnaval HUT RI ke 72. Dari siang hingga sore, korban menonton dengan asyiknya. Sekitar pukul 16.30 WIB, Sp berniat pulang ke desanya.

Namun, seorang pria tak dikenal mengendarai motor jenis bebek, mendekati korban. Pelaku menawari Sp untuk pulang bersama. Sp yang tak menaruh curiga, akhirnya menuruti ajakan pelaku. Kejadian itu disaksikan oleh seorang tetangga korban, Eni (24).

Namun karena tidak memiliki firasat buru, Eni hanya menyaksikan dari jauh. Eni baru sadar ketika di desanya, Batu Ampar, warga dihebohkan karena SP hingga malam tidak pulang ke rumah. Eni laru menceritakan apa yang dilihatnya kepada keluarga korban.

Pencarian terhadap Sp langsung diadakan. Bahkan, Kades Batu Ampar, Yanti, sempat memposting di akun media sosial FB miliknya, terkait hilangya seorang warganya. Dan hasilnya, Minggu sekitar pukul 14.00 WIB, korban ditemukan sudah berada di RM Bayang Sani turun dari mobil bus Beringin. “Di tangan korban terdapat uang sebanyak Rp 80 yang diduga diberi oleh orang yang membawa SP,” tutur Yanti.

Sementara, J, orang tua korban, mengatakan, sikap anaknya sempat berubah pasca ditemukan. “Anak saya memiliki kekurangan dan setiap harinya ada di dusun. Usai dibawa kabur orang, memang sedikit berubah, dan saya juga terkejut mendengar dia dibawa dan digituin sama orang tidak dikenal,” aku J, kepada wartawan.

Bahkan, saat dibawa ke rumah sakit umum Sarolangun, diketahui ada luka pada bagian kemaluan anaknya. “Dokter yang memeriksa bilang, anak saya mengaku dibawa ke kamar. Dia dirayu dan dicabuli oleh orang tidak dikenal. Makanya kami lapor ke Polres agar pelaku bisa segera ditangkap,” tutur J, geram.

Sp yang ditemui di Mako Polres Sarolangun, membenarkan bahwa dirinya diculik orang tak dikenal ke arah Jambi. Pelaku digambarkannya sudah tua, atau datuk-datuk (kakek). “Aku diajak datuk, jauh,” jelas Sp, singkat.

Terpisah, Kapolres Sarolangun, AKBP Dadan Wiralaksana melalui Kasatreskrim Polres Sarolangun AKP George Pakke, mengatakan, dirinya belum mendapat laporan terkait dugaan penculikan dan pencabulan dengan korban berinisial Sp.

“Saya masih di Jambi dan belum dapat laporan. Tapi jika ada laporan, kita akan langsung tidak lanjuti,” tandasnya.(usa)

Loading Facebook Comments ...
loading...
Hosting Unlimited Indonesia MEDIA PARTNER: