Wakil Ketua DPRD AR Syahbandar Didatangi Emak-emak, Ada Apa?

0
ar syahbandar

SERU JAMBI.COM,JAMBI –Sejumlah keluarga atau anak keturuan para veteran mendatangi gedung DPRD Provinsi Jambi, siang ini. Mereka diterima langsung Wakil ketua DPRD Provinsi Jambi, Ar Syahbandar. Para keluarga veteran yang rata-rata sudah tua ini, meminta bantuan dewan untuk menyelesaikan polemik Perumahan Cacat  Veteran, yang berlokasi di Pondok Meja, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi.

Ar Syahbandar, mengatakan, pihaknya meminta kepada pemerintah Provinsi Jambi benar-benar serius menyelesaikan polemik harga perumahan tersebut. Menurutnya keluarga veteran merasa keberatan dengan skema pembayaran yang dibuat pemda.

“Kita heraharap harga Rp128 Ribu/meter kebelakang/ bulan. Kemudian mengenai cicilan, sebaiknya diperpanjang jangan sampai Februari 2018,” ungkap Ar Syahbandar.

Syahbandar, berharap, adanya pertimbangan kepada para veteran tersbut. Selain itu, Ia berharap perumahan tersebut dapat dihapuskan untuk DP bagi 20 rumah itu. Ia berharap kepada pihak yang berkaitan untuk dapat meninjau kembali regulasi terkait perumahan tersebut.

“DP kalau bisa dihilangkan. Dilihat kembali , nantinya regulasi supaya pak gubernur nanti bisa melihat,” unkapnya.

Ia, mengaskan, dirinya telah melakukan pemanggilan kepada Biro yang bersangkutan dan segera akan ada tindak lanjut.

“Dan tadi kita sudah panggil biro,” terangnya.

Syahbandar, juga berhadap, kepada warga untuk tidak melukai oknum yang bermain dalam harga dan perumahan tersebut. Ia , berjanji akan ikut serta dalam penaganan kasus tersebut.

“Jangan mau lagi dimainkan oknum, nanti kita serahkan ke eksekutif dan nanti saya juga ikut,” tutup Syahbandar.

Sementara itu, Rico, Biro Aset Provinsi Jambi, mengatakan, Pihak Pemprov telah melakukan pelepasan tanah pada tahun 2013. Pelepasan tanah tersebut juga termasuk perumahan veteran. Ia menambahkan, untuk waktu pelunasan selama 5 tahun hingga Februari 2018 mendatang.

“Ada pelepasan tanah pemda tahun 2013 yang lalu, jangka 5 tahun febuari seharusnya udah lunas,” ungkap biro aset itu.

Ia, mengaskan, harga perumahan cacat veteran tersbut, senilai Rp 71.500 Ribu setiap per rumahnya. Ia, menerangkan terkait dengan pelunasan tersbut pihak Pemprov memberikan waktu selama kurun waktu 5 tahun pelunasan.

“Tetapi ini agak keberatan maka melapor dan minta bantuan DPRD,” teganya.

Sementara itu, Bakari Erpoha, salah satu keterwakilan warga, mengatakan, dirinya meminta agar pemerintah provinsi mempertimbangkan harga yang diberikan kepada warga perumahan cacat veteran tersbut.

“Harapannya harga bisa dikurangi atau diturunkan,” ungkapnya.

“Waktu pembayaran nya diperpanjang, serta ada ketetapan harga yang jelas jangan terus berubah-rubah,” tegasnya. (eks)

 

Loading Facebook Comments ...
loading...