Warga Oebobo Diimbau Waspadai Tanah Longsor

0
Petugas SAR gabungan bersama relawan dan warga mencari korban bencana longsor yang tertimbun. (ist)
SERUKUPANG.COM, Kupang РPemerintah Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur mengimbau 200 warga yang bermukim di bantaran kali Liliba agar waspada terhadap bencana alam tanah longsor yang mungkin terjadi ketika hujan lebat.

“Kita telah mengingatkan masyarakat agar dalam musim hujan dengan intensitas yang tinggi ini lebih waspada terhadap ancaman bencana tanah longsor, karena kawasan bantaran kali Liliba masuk dalam zona merah rawan bencana alam,” kata Camat Oebobo, Bernadimus Mere ketika dihubungi Antara di Kupang, Selasa (26/12), terkait upaya antisipasi bencana tanah longsor di Liliba.

Beberapa lokasi rawan longsor di Kecamatan Oebobo meliputi dua kelurahan yaitu Kelurahan Tuak Daun Merah dan Oebufu.

Menurut dia, setiap tahun ketika musim hujan di dua wilayah itu selalu diterjang bencana alam tanah longsor mengakibatkan rumah penduduk setempat tertimpa longsoran.

Menurut dia berdasarkan data dimiliki pemerintahan Kecamatan Oebobo, sekitar 200 kepala keluarga warganya tinggal di bantara kali Liliba.

“Kita sudha berupaya untuk memindahkan warga di bantaran kali Liliba, namun mereka engan beranjak dari tempat yang ada dengan dali sudah beta dan memiliki rumah di lokasi itu,” kata Mere.

Pemerintah Kecamatan Oebobo kata dia, telah berindak tegas dengan tidak memberikan izin apapun terhadap warga yang ngotot tetap tinggal di bantara kali Liliba.

“Jika mereka minta surat apapun di kelurahan dan kecamatan kita tidak akan penuhi. Hal itu dilakukan sebagai upaya pemerintah untuk memindahkan warga yang rentan terhadap resiko bencana alam,” kata Mere.

Pemerintah Kota Kupang lanjutnya sudah berupaya merelokasi warga ke Manulai II namun upaya itu ditolak warga yang tinggal di bantaran kali Liliba. (ara/ant)

Loading Facebook Comments ...
loading...