Zola Rombak Lagi 24 Pejabat Eselon III dan IV, Kabid SMA Disdik di Copot

0
Gubernur Jambi Zumi Zola Zulkfili. Foto: Istimewa

SERUJAMBI.COM, Jambi – Gubernur Jambi Zumi Zola Zulkfili kembali mengganti para punggawanya di Pemerintahan Provinsi Jambi. Padahal, saat ini tengah berlangsung lelang jabatan kadis. Sedikitnya 24 pejabat eselon III dan IV di Pemprov dirombak. Salah satunya, M Tabri kabis SMA yang dicopot dari jabatannya.

Pantauan SeruJambi.com dilapangan, pelantikan dilakukan oleh Pjs Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi Erwan Malik, Senin (10/7) sore. Sekitar 24 pejabat dikukuhkan. Pelantikan ini memang mengejutkan. Apalagi prosesi ini terkesan tertutup lantaran tidak diumumkan.

Tabri yang sudah non job digantikan oleh Abdul Mukti yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bidang SMK di Dinas Pendidikan Provinsi Jambi. Kemudian posisi Kepala Bidang SMK diisi oleh Dr. Sofyan MPd. Namun, penonjoban dirinya ini tanpa surat pemberitahuan terlebih dahulu. Tabri hanya mendapatkan informasi bahwa akan ada pelantikan dan namanya ada untuk dinonjobkan.

“Dak ada surat, kemarin dikasih tahu kalau ada pelantikan, dan nama saya ada disana untuk dinonjobkan. Seharusnya kalau sesuai aturan sebelum pelantikan sudah ada surat pemberhentian, tapi kemarin tidak ada. Tapi ya sudahlah, tidak usah dibahas lagi,” katanya yang juga sebagai ketua PPDB Provinsi Jambi ini.

Meskipun demikian, Tabri mengaku apapun hasil dirinya tetap menerima keputusan dari Gubernur Jambi. “Itu kan dari atasan, apapun hasilnya kita harus terima,” pungkasnya.

Saat ini dirinya tidak menjalankan tugas apapun seperti sebelumnya. Dia hanya menjalani rutinitas absen pagi dan sore hari. “Kalau sekarang belum ada kerjaan, tunggu sajalah, kalau masih dipakai nanti bakal dipanggil,” katanya.

Erwan Malik, Pjs Sekda Provinsi Jambi membantah bahwa pelantikan itu dilakukan secara diam-diam. Dia menegaskan, pelantikan juga sudah berdasarkan penilaian dari Baperjakat. Tidak diam-diam, tidak mungkin juga kita koar-koar ada pelantikan, kan lucu.

Ada beberapa SKPD, seperti UPTD Dispenda yang kini perubahan nama karena nomenklatur menjadi Bakauda, jadi itu dilantik ulang. “Sebagian lagi dirotasi, “tuturnya.

Erwan mengatakan, di Bakeuda pejabatnya dikukuhkan. Karena sebelumnya beberapa pejabat yang tidak dirotasi, maka harus dikukuhkan ulang. Ini akibat adanya perubahan nomenklatur, dari UPTD Dispenda menjadi Bakeuda. Supaya tunjangan jabatan mereka bisa dibayar. Termasuk Samsat Batanghari juga diisi orang Dispenda, karena pejabat sebelumnya belum memenuhi syarat, jadi diganti,” ujarnya. (ant/isa)

Loading Facebook Comments ...
loading...