ABG Korban Diperkosa Kakak Kandung Tak Jadi Ditahan

0
AS, Bunga dan AD, tiga pelaku aborsi yang diamankan polisi.
AS, WA dan AD, tiga pelaku aborsi yang diamankan polisi.
SERUJAMBI.COM, Muarabulian – Kasus hubungan sedarah (incest) yang dilakukan oleh anak baru gede (ABG), AS (17) dan WA (15) yang berujung pada tindakan aborsi, terus mendapat sorotan dunia. Perkembangan terakhir, WA, kini tak jadi ditahan. Ia mendapat pengamanan ketat dari polisi dan pihak perlindungan anak.
BACA JUGA: Kasus Hubungan Intim Sedarah Berujung Penjara Gegerkan Dunia
Untuk diketahui, mulanya Majelis Hakim Pengadilan Negeri Muara Bulian yang diketuai Hakim Rais Torodji, dalam sidang putusan majelis hakim menjatuhkan hukuman penjara 6 bulan terhadap WA (15) yang merupakan korban pemerkosaan oleh kakak kandungnya. Putusan hakim ini menjadi sorotan dunia internasional karena dinilai tidak adil bagi korban.
Penasehat hukum WA, Damai SH, Rabu (1/8/2018) di Pengadilan Negeri Muara Bulian, mengatakan, pihaknya akan melakukan upaya banding atas putusan majelis hakim tersebut.
“Kita akan banding, dan saya lihat masih ada celah untuk klien saya dapat dibebaskan,” ujar Damai SH.

BACA JUGA: Rumah Panggung Saksi Hubungan Intim Kakak-Adik

Damai mengaku, selama proses persidangan, ia ditunjuk pengadilan untuk mendampingi terdakwa. “Tidak benar jika ada berita menyebutkan terdakwa tidak didampingi penasehat hukum. Memang secara hukum acara, kami tidak menggunakan toga,” tegasnya.
Dikatakan, terkait kondisi WA saat ini secara kasat mata terlihat baik. “Tapi tidak tahu kalau dari sisi psikologisnya,” bebernya.

BACA JUGA: Anak Berhubungan Intim Hingga Hamil, Ibu Diduga Ikut Aborsi Putrinya

Upaya lain yang dilakukannya yakni permohonan penangguhan penahanan terhadap WA. Setelah berkoordinasi dengan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak, merupakan pusat kegiatan terpadu yang didirikan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2TP2A) Kabupaten Batanghari dan Provinsi Jambi, permohonan itu dikabulkan.
Setelah dikabulkan, WA langsung ditempatkan di tempat aman dalam pengawasan dan perlindungan P2TP2A dan Lembaga Perlindungan Khusus Anak (LPKA).

BACA JUGA: Korban Diperkosa Kakak Kandung Itu Dipidana dengan Dugaan Aborsi

“Penangguhan atau pengalihan penahanan dikabulkan oleh Pengadilan Tinggi Jambi. Kita juga sudah melihat WA, ia dalam kondisi baik. WA hanya merasa sedih karena dirinya teringat dengan ibunya. Saat ini WA ditempatkan di rumah aman dalam perlindungan dan pemulihan psikologis,” pungkasnya.(riz)
Loading Facebook Comments ...
loading...