Ada Ajaran Sesat, Ini Tanggapan MUI Batanghari

0
SERUJAMBI.COM, Muarabulian – Terkait dengan adanya laporan masyarakat yang menemukan adanya ajaran sesat, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Batanghari angkat bicara.
Baihaqi, Wakil Ketua MUI Batanghari mengaku kalau pihaknya memang telah menerima laporan tentang adanya ajaran sesat yang berada di Kecamatan Muara Tembesi, Kabupaten Batanghari tersebut. Kata dia, pihaknya bersama dengan Kemenag juga sudah melakukan pertemuan dan dialog bersama dengan petinggi ajaran tersebut.
BACA JUGA: Geger! Terdeteksi Ajaran Sesat Makan Tikus Halal di Batanghari
“Kita sudah melakukan dialog bersama Kemenag beberapa waktu lalu terkait ajaran MTA yang memang sedikit ada kekeliruan dalam penyampaiannya,” ujarnya.
Lebih lanjut dikatakannya, ajaran MTA ini juga sama halnya dengan aliran sempalan atau ajaran yang tidak mengikuti sesuai syariat agama dan cenderung bertentangan. Jelasnya, terbukti dari beberapa ajarannya tidak sesuai dengan ajaran agama Islam sendiri.
“Ya itu jelas sudah menyimpang berdasar pemahaman kita, masak air liur anjing yang memang jelas haram menurut mereka bukan najis, dan membolehkan memakan tikus,” tegasnya.
Dia menjelaskan, dalam pertemuan tersebut ustad yang bersangkutan tidak hadir, hanya perwakilan beberapa orang saja. Terangnya, dari jumlah anggota 14 orang pengurus MTA hanya 10 orang saja yang hadir dan mayoritas mereka yang ikut tersebut dari kalangan warga yang masih awam.
“Kedepan kita siap melakukan bimbingan pengajian. Jika MTA ingin melakukan pengajian di masyarakat. Kita siapkan tim dari MUI untuk mendampingi dan dilibatkan kapan saja, tanpa dibayar,” urainya.
BACA JUGA: Terkait Makan Tikus Halal, Dewan Minta MUI dan Kemenag Bertindak
Lanjutnya, aliran ajaran MTA yang ada di Tembesi ini kuat dugaan mereka hanya berpedoman dari tafsir Al-Quran saja dan tanpa diiringi dengan hadist hadist nabi sebagai penguat akan dalil tersebut.
“Seperti anjing dalam Al-Quran tidak disebutkan haram, hanya babi saja. Namun, untuk anjing tadi dijelaskan dalam hadist nabi sebagai penguatnya.” terangnya.
Kata dia, MUI menghimbau kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati lagi dalam belajar agama. Karena menurutnya, saat ini banyak sekali ajaran agama Islam yang beragam versi. Karena itulah, dia meminta masyarakat harus jeli dalam memilih guru dalam agama sehingga amalan yang dikerjakan didunia ini tidak sia sia.
“Untuk kelanjutan MTA tersebut tidak akan kita usir atau sebagaianya. Tetapi, kita siap membina mereka kembali ke ajaran yang benar dan sesuai syariat. Kita siap berdialog bersama,” pungkasnya.(riz/usa)
Loading Facebook Comments ...
loading...