Ajukan Kasasi Kasus Hubungan Sedarah, JPU Dikecam

0
Kakak-adik saat menjalani persidangan beberapa waktu lalu.. (Rizki/Seru Jambi)
SERUJAMBI.COM, Jambi – Langkah Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Muarabulian mengajukan kasasi dalam kasus hubungan sedarah yang dialami WA (15), menuai kecaman. JPU bahkan dianggap tidak perspektif terhadap perlindungan anak, karena sebelumya WA diputus bebas oleh Pengadilan Tinggi (PT) Jambi.
Juru bicara Save Our Sister, Zubaidah, mengecam keras tindakan yang dilakukan oleh JPU Kejari Muarabulian. Ia menilai, pengajuan kasasi itu artinya mereka terus akan menghukum korban pemerkosaan.
“Dia hanya korban. Alangkah naifnya, sudah hancur keperawanan kemudian dia harus menjadi terhukum,” tegasnya kepada Serujambi.com, Selasa (11/9/2018).
Dia menambahkan, posisi WA yang juga selama menjalani perkara tidak mendapatkan perlindungan hukum yang kredibel dan efektif tidak melunturkan JPU membuat pertimbangan.
“JPU tidak memiliki perspektif perlindungan anak. JPU malah, tidak berhenti untuk melakukan proses hukum,” jelas Zubaidah.
Senada, Bernard juga menyampaikan kecaman terhadap JPU. Dia mengatakan sangat khawatir putusan kasasi akan mempengaruhi psikologi WA. Karena menurutnya, sebagai korban pemerkosaan, WA kembali mendapat perlakuan tidak adil secara bertubi-tubi.
“Dengan kondisi ini, bagaimana trauma WA akan hilang,” tegas aktivis mahasiswa itu.
Sekedar mengingatkan, Pengadilan Tinggi (PT) Jambi membebasan WA (15), korban perkosaan yang dilakukan kakak kandungnya sendiri dan berujung pada aborsi. Sebelumnya, WA didakwa 6 bulan masa tahanan pada 27 Agustus 2018 lalu oleh Pengadilan Negeri Muarabulian.
Korban kemudian mengajukan banding di Pengadilan Tinggi dan hasilnya cukup menggembirakan yakni putusan bebas. Namun, putusan bebas tersebut tidak diterima JPU, sehingga pada 3 September lalu JPU mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung. (den/d07)
Loading Facebook Comments ...
loading...