Anak-anak di Aksi Bela Tauhid: Saya Tidak Bisa Diam Saja

0
Pengunjuk rasa mengikuti Aksi Bela Tauhid . Foto: Suara.com
Pengunjuk rasa mengikuti Aksi Bela Tauhid . Foto: Suara.com
SERUJAMBI.COM – Anak-anak pengunjuk rasa Aksi Bela Islam di Jakarta geram dengan aksi pembakaran bendera tauhid yang belakangan disebut sebagai bendera HTI. Mereka tidak bisa diam, klaimnya.

BACA JUGA : Sehari Sebelum Jatuh, Pilot Lion Air Sempat Kirim Sinyal Darurat

Anak-anak itu datang dari wilayah Cisoka, Kabupaten Tangerang, Banten. Mereka mengaku ikut aksi Bela Tauhid karena inisiatif sendiri.
“Saya ikut aksi sebagai bentuk solidaritas, karena ada bendera berkalimat Tauhid yang dibakar. Saya tidak bisa diam saja,” kata salah satu anak itu, Syamsul Muarif (16) saat ditemui di sela unjuk rasa, di Jakarta, dilansir dari laman Suara.com (media partner Serujambi.com), Jumat (2/11/2018).
Syamsul mengatakan, ia datang ke Jakarta bersama gurunya dari Pesantren Cisoka, Deni dengan kereta.
“Kami naik angkot lalu sambung kereta, dan jalan kaki ke lokasi kumpul,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Syamsul dan Deni mengaku kecewa dengan aksi pembakaran bendera Tauhid yang dilakukan oleh oknum Banser NU di Garut pada peringatan Hari Santri Nasional.
Pelaku pembakaran mengaku bendera tersebut merupakan simbol dari ormas yang sudah dilarang beroperasi di Indonesia, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Menurut Deni (26), dari Pesantren Cisoka, bendera yang bertuliskan Tauhid bukan simbol milik ormas tertentu.
Bendera tersebut, menurutnya, melambangkan ajaran umat Islam yang harusnya dihormati dan dilindungi oleh aturan perundang-undangan di Indonesia. Deni, dan ribuan massa aksi Bela Tauhid 211 pun menuntut agar pemerintah mengakui bahwa bendera yang dibakar bertuliskan kalimat Tauhid, dan mengadili pelaku sesuai hukum yang berlaku.
Di lain kesempatan, Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, pemerintah tidak perlu membuat pengakuan bahwa bendera itu bertuliskan kalimat Tauhid.

BACA JUGA : Suami Paksa Istri Mesum Bertiga di Teras Rumah

Menurut Jusuf Kalla saat sedang mengunjungi Kampus IPDN Jatinangor, Sumedang, Jumat, pemahaman mengenai identitas bendera tergantung pendapat masing-masing umat Islam. Ribuan massa mengikuti aksi bela tauhid 211 di areal dekat patung kuda, depan gedung PT Indosat, Jalan Medan Merdeka Barat, sejak pukul 13.00 WIB. Rencananya, aksi akan berakhir pada pukul 18.00 WIB. (fok)
Loading Facebook Comments ...
loading...
Hosting Unlimited Indonesia MEDIA PARTNER: