APINDO Optimis Permenkeu 229/2017 Tingkatkan Ekonomi Batam

0
Ketua Apindo Kepri, Cahya. (ist)
SERUBATAM.COM, Batam – Senin (15/1), Asosiasi Pengusaha Indonesia Kepulauan Riau optimistis Peraturan Menteri Keuangan Nomor 229/PMK/04/2017 mampu meningkatkan perekonomian Kota Batam, yang sempat menurun dalam beberapa tahun terakhir.

“Dengan terbitnya Permen ini maka akan memberi gairah baru buat para investor yang selama ini buka pabrik di Batam,” kata Ketua Apindo Kepri, Cahya dalam pesan singkat di Batam.

Ia menyatakan sebelum Permen itu terbit, barang-barang produksi Batam yang hendak dikirim ke daerah lain di Indonesia dikenakan bea masuk.

Karenanya, pengusaha akhirnya terpaksa mengirim produksi Batam melalui negara lain, untuk menghindari bea masuk.

Akibatnya, ongkos transportasi bertambah, dan harga yang ditawarkan pun meningkat.

“Rasanya tidak masuk akal, barang produk Batam, jika mau dikirim ke Jakarta atau daerah lain di Indonesia dikenakan pajak 22,5 persen, sedangkan jika dikirim lewat negara ASEAN lainnya, malah dikenakan pajak 12,5 persen saja. Kan sangat aneh jadinya,” kata Cahya.

Permen itu, dipercaya mampu membuka peluang bisnis baru untuk pengusaha di Batam dan investor yang menanamkan modal di kota yang bertetangga dengan Singapura dan Malaysia itu.

Cahya menganggap Permen itu sebagai angin segar bagi pengusaha.

“Mata rantai dari kebijakan ini akan berdampak luas, dan kita makin optimis, target kita BM 27, Batam Maju 2 tahun 7 persen akan bisa tercapai,” kata dia.

Ia menyatakan Permen 229/PMK/04/2017 itu sudah lama ditunggu pengusaha Batam.

Menurut dia, sebenarnya pemerintah menjanjikan Permen itu sejak November atau Desember 2017, dan baru dikeluarkan awal tahun 2018.

“Tapi bersyukur Permen ini akhirnya terbit juga di awal tahun ini,” kata dia.

Cahya berharap peraturan baru itu segera disosialisasikan dan dijalankan, agar pengaruhnya bisa dirasakan langsung. “Ini benar-benar kabar gembira,” kata dia. (ara/ant)

Loading Facebook Comments ...
loading...
Hosting Unlimited Indonesia MEDIA PARTNER: