AS, Inggris dan Prancis Lancarkan Serangan Udara ke Suriah

0
Donald Trump
SERUJAMBI.COM, Washington DC – Militer Amerika Serikat (AS) bersama Inggris dan Prancis melancarkan serangan udara ke wilayah Suriah pada Sabtu (14/4) pagi waktu setempat. Serangan udara ini ditargetkan ke sejumlah target di Suriah dengan melibatkan rudal jelajah Tomahawk.
Seperti dilansir Detikcom, Sabtu (14/4/2018), serangan udara ke Suriah ini merupakan tanggapan atas serangan gas kimia beracun yang menewaskan puluhan orang di Douma, Suriah, pada 7 April lalu. Serangan ini merupakan intervensi terbesar oleh negara Barat dalam melawan rezim Presiden Bashar al-Assad.
Pada Jumat (13/4) malam waktu setempat, Presiden AS Donald Trump mengumumkan aksi militer AS ke Suriah dalam pidatonya dari Gedung Putih. Saat Trump berpidato, suara ledakan terdengar beberapa kali mengguncang ibu kota Damaskus, Suriah.
“Beberapa waktu lalu, saya memerintahkan Angkatan Bersenjata Amerika Serikat untuk melancarkan serangan presisi ke target-target terkait dengan kemampuan senjata kimia diktator Suriah Bashar al-Assad,” tegas Trump dari Gedung Putih.
Dalam pernyataan terpisah, Perdana Menteri Inggris Theresa May dan Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan Inggris dan Prancis ikut bergabung dalam serangan udara AS itu.
Dalam pidatonya selama 8 menit, Trump menyatakan dirinya bersiap untuk memberikan respons semacam ini hingga pemerintahan Presiden Assad berhenti memakai senjata kimia dalam gempurannya terhadap pemberontak Suriah, yang juga berdampak ke warga sipil.
“Ini bukan tindakan seorang pria. Ini adalah kejahatan seorang monster,” sebut Trump merujuk pada dugaan keterlibatan rezim Assad dalam serangan kimia di Douma, pekan lalu.
Dituturkan seorang pejabat AS kepada Reuters, bahwa serangan ini diarahkan ke sejumlah target berbeda di Suriah dan melibatkan sejumlah rudal jelajah Tomahawk.
Sedikitnya enam suara ledakan terdengar di Damaskus pada Sabtu (14/4) pagi hari. Saksi mata Reuters menyebut asap membubung ke langit di atas wilayah Damaskus. Seorang saksi lainnya menyebut distrik Barzah di Damaskus terkena serangan udara itu. Barzah merupakan lokasi pusat penelitian ilmiah utama milik Suriah. (esa)
Loading Facebook Comments ...
loading...
Hosting Unlimited Indonesia MEDIA PARTNER: