Ayah Cabul Divonis 18,6 Tahun Penjara

0
SERUJAMBI.COM, Muarabulian – Bramdana, terdakwa kasus asusila terhadap anak kandung menjalani sidang putusan di Pengadilan Negeri (PN) Muarabulian, Rabu (24/10/2018). Dalam amar putusan yang dibacakan oleh hakim, terdakwa dijatuhi hukuman pidana penjara selama 18 tahun dan 6 bulan.
Putusan sendiri lebih berat dari tuntutan jaksa penuntut umum yang menuntut terdakwa dengan pidana penjara 18 tahun. Bertambahnya hukuman terdakwa tersebut, karena majelis hakim menilai perbuatan terdakwa tidak manusiawi.
“Yang memberatkan, terdakwa selaku orangtua seharusnya bertanggungjawab melindungi korban. Tetapi malah melakukan tindak pidana, bahkan berulang kali,” jelas Ketua Pengadilan Negeri Muarabulian, Derman P Nababan, ketika ditemui.

BACA JUGA: Mabuk Lem, Bocah Diduga Cabuli Bayi Hingga Tewas

Selain hukuman pidana kurungan badan, terdakwa dijatuhi pidanan denda sebesar Rp 1 miliar dengan subsider 6 bulan kurungan. Perbuatan terdakwa, menurut ketua majelis hakim Rais Toridjit terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 81 ayat 3 UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.
Bramdana yang merupakan Warga Sungai Rengas, Kecamatan Maro Sebo Ulu, Kabupaten Batanghari, tersebut tampak tertunduk ketika keluar ruang sidang Cakra. Dengan pengawalan ketat petugas, ia digiring menuju ruang tahanan di PN Muarabulian.
“Sidang pembacaan putusan sudah selesai. Terdakwa divonis 18 tahun,” ujar JPU Novita Elnaresa, usai persidangan.
Sementara Heru, Kasi Pidum Kejari Muarabulian, mengatakan, pihaknya masih pikir-pikir atas vonis tersebut. Dengan vonis lebih tinggi, lanjutnya, majelis hakim berpendapat bahwa perbuatan terbukti bersalah. JPU memilih untuk mengambil pikir- pikir selama 7 hari untuk melakukan upaya hukum atau menerima putusan.
“Karena vonis lebih tinggi kita tentu pikir-pikir dan melihat apakah terdakwa mengajukan banding atau menerima putusan. Kalau banding, kita juga banding. Kalau menerima, kita juga bisa menerima,” jelasnya ketika dihubungi.
Begitu juga sikap penasehat hukum terdakwa, Rico Sardos Tua Sihotang SH, Ia menyatakan masih pikir-pikir atas putusan pidana penjara selama 18 tahun dan 6 bulan, terhadap kliennya.
“Kami serahkan dulu kepada terdakwa dan keluarganya, makanya kita menyatakan pikir-pikir. Nanti setelah batas waktu, baru kita menyatakan sikap apakah banding atau menerima putusan,” pungkasnya.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, Perbuatan bejat Bramdana tersebut diketahui berawal dari kecurigaan Rika Roniawati (26) yang merupakan ibu kandung korban. Rika merasa curiga dengan prilaku Bunga (bukan nama sebenarnya) saat akan dijemput oleh Bramdana pada tanggal 9 Juni 2018 sekitar pukul 17.00 Wib.
Saat akan dijemput oleh Bramdana, korban pada saat itu sedang berada dirumah ibu kandungnya tersebut menolak ajakan sang ayah untuk buka puasa bersama. Kemudian korban lari dan bersembunyi di rumah warga.
Melihat prilaku anaknya yang tidak wajar, ibu kandungnya merasa curiga dan kemudian bertanya dengan Bunga. Bunga mengatakan kepada ibunya takut akan disetubuhi oleh ayahnya jika mengikuti ajakan buka puasa bersama ayahnya tersebut.
Bunga mengaku kepada ibunya telah dicabuli dan disetubuhi oleh ayahnya berkali-berkali. Mendengar pengakuan dari putri kandungnya tersebut, ibunya pun langsung melaporkan hal tersebut kepada pihak kepolisian.
Hal tersebut dibenarkan oleh PLH Kanit PPA Unit Satreskrim Polres Batanghari Aipda Mustofa Kamal, Senin (25/6/2018).
“Iya, benar telah terjadi tindakan pidana asusila terhadap anak dibawah umur, pelakunya adalah ayah kandungnya sendiri,” kata PLH Kanit PPA Satreskrim Polres Batanghari Aipda Mustofa Kamal.
Dikatannya, berdasarkan pengakuan tersangka, aksi bejatnya tersebut telah dilakukan sejak 2017 lalu. Dirinya mengaku telah Lima kali mencabuli dan sekali menyetubuhi Bunga.
Tersangka melakukan pencabulan dan menyetubuhi pada anak kandungnya di lokasi berbeda. Pencabulan pertama terjadi dalam kamar mandi rumah mertua tersangka, Desa Peninjauan Kecamatan Maro Sebo Ulu.
Kemudian pencabulan kedua dilakukan tersangka Bramdana dalam kamar di rumah pribadinya. Lalu aksi pencabulan ketiga berlangsung di pinggir Sungai Batanghari.
Selanjutnya perbuatan bejat Bramdana untuk ke empat kalinya dilakukan dalam kamar mandi rumahnya. Lalu cabul kelima dilakukan dalam wilayah Desa Muara Jangga, Kecamatan Batin XXIV.
“Kemudian yang enam Bramdana menyetubuhi korban di perkebunan sawit Desa Rengas IX, Kecamatan Maro Sebo Ulu,” papar Kamal.
Bramdana menyetubuhi Melati sekitar pukul 20.00 Wib tepat hari kelima puasa Ramadhan. Akibat dihantui rasa ketakutan, korban kemudian melaporkan kejadian pilu yang dilakukan ayah kandungnya kepada sang ibu.
Akhirnya ibu kandung bunga melaporkan perbuatan keji ayahnya tersebut kepada pihak kepolisan pada hari Selasa (12/6/2018). Tersangka ditangkap atas Laporan ibu kandung korban dengan Nomor: LP/B-70/VI/2018/SPKT/RES BATANGHARI.
” Atas perbuatannya tersebut, tersangka akan dijerat dengan Pasal 81 Ayat 1 dan 3 tentang Undang-Undang Perlindungan Anak Nomor 35 tahun 2014 dengan ancaman minimal 15 tahun penjara,”. (riz)
Loading Facebook Comments ...
loading...
Hosting Unlimited Indonesia MEDIA PARTNER: