Ayah Suruh Anak Kandung Bugil Lalu Perkosa Selama Lima Tahun | Sengeti, Seru Jambi

0
ilustrasi-pencabulan-perkosaan-terhadap-anak
lustrasi pencabulan / perkosaan terhadap anak. (shutterstock)
SERUJAMBI.COM – Takut karena diancam akan dibunuh, Bunga (nama samaran) harus merelakan keperawanannya direnggut orang tuanya sendiri. Parahnya lagi, Bunga mengalami perbuatan tidak senonoh itu berulang-ulang kali dalam kurun waktu lima tahun.
BACA JUGA: Suami Jual Istri dan Adik Ipar Layani Nafsu Teman-temannya
Informasinya, perbuatan tak terpuji Tujan alias Tarsum (39), warga Desa Arang-arang, Kecamatan Kumpeh, Muarojambi berawal sejak tahun 2012 lalu. Saat itu, usia Bunga baru menginjak 13 tahun dan masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Ketika itu, sekitar pukul 00.30 WIB dini hari, birahi pelaku sedang memuncak. Pelaku lalu menuju ke kamar Bunga untuk melampiaskan hasrat birahi setannya dan mengambil kesempatan saat istrinya tertidur pulas.
Melihat Bunga sedang tidur, nafsu pelaku semakin tak terbendung dan tidak lagi sadar kalau yang sedang tidur merupakan buah hatinya sendiri. Pelan-pelan ia mendekati Bunga dan mencoba membujuk Bunga agar melepaskan baju.
BACA JUGA: Petani Perkosa Gadis Bawah Umur di Kebun Jeruk
Merasa ada yang aneh, Bunga spontan langsung menolak permintaan bejat sang ayah.
Tak diterima ditolak, Tarsum langsung naik pitam dan seketika mengancam serta mencekik Bunga sembari mengancam akan membunuhnya.
Tidak hanya sebatas itu, pelaku juga berusaha agar tubuh molek anaknya jatuh ke pangkuannya dengan memberi iming-iming membelikan handphone dan pakaian.
Karena takut, Bunga akhirnya terpaksa rebah di balik nafsu setan ayah kandungnya. Dan terus menjadi pelayan nafsu selama lima tahun.
Kasat Reskrim Polres Muarojambi, AKP Afrito Marbaro Macan membenarkan adanya ayah yang tega memperkosa anak kandungnya. Kata Kasat, Bunga jadi pelayanan seks orang tuanya sejak SMP hingga berusia 19 tahun.
BACA JUGA: Cabuli Gadis Cilik, Dua Kakek Ini Terancam Dikebiri
“Terakhir pelaku melakukan perbuatan itu pada tahun 2017 lalu saat korban tamat SMA,” kata Kasat, Selasa (6/11/2018).
Kasat menegaskan, anggotanya berhasil menangkap NS berkat laporan dari ND (istrinya, red).
“Pelaku kita tangkap di rumahnya. Karena pelaku dengan korban masih satu rumah,” ujarnya.
Lebih jauh dijelaskan, selain mengamankan pelaku, pihaknya juga membawa barang bukti satu buah bantal, satu helai sarung dan satu helai sprey yang digunakan untuk memperkosa anak kandungnya.
“Pelaku kita jerat dengan UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan anak Juncto Pasal 64 KUHP dengan ancaman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun. Kemudian ditambah sepertiga, karena melakukan kepada anak kandung, menjadi 20 tahun kurungan penjara,” pungkas Afrito.(don)
BACA JUGA: Pelajar SMK Tega Gauli Teman Sekolahnya di Dalam Kelas dan WC
Loading Facebook Comments ...
loading...
Hosting Unlimited Indonesia MEDIA PARTNER: