BWSS VI Kembali Didemo, Kali ini Massa Datangi PTUN

0
Demo BWSS
BWSS VI Kembali Didemo, Kali ini Massa Datangi PTUN. (Andes/Seru Jambi)
SERUJAMBI.COM, Jambi – Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) VI, kembali di demo. Kali ini, massa mendatangi Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jambi.
Kedatangan massa ini bertepatan dengan sidang perdana gugatan PT Nita Cipta Usaha terhadap Kelompok Kerja (Pokja) ULP Pengadaan Pekerjaan Konstruksi Sumber Daya Air BWSS VI, yang berlangsung pagi ini, Selasa (10/4/2018).
BACA JUGA: Diduga Lakukan Kecurangan, BWSS Digugat
“Kami minta kepada hakim yang menangani perkara ini dapat melihat dengan jelas kesalahan yang telah dilakukan oleh BWSS VI,” ujar orator aksi di depan PTUN.
Karena menurutnya, banyak kecurangan yang telah dilakukan oleh BWSS VI yang membuat kebobrokan dalam setiap pengadaan lelang. Sehingga berdampak pada hasil pekerjaan atau proyek yang ada di BWSS VI.
“Jadi kami minta hakim dapat memberikan keputusan yang seadil-adilnya,” cetusnya.
BACA JUGA: BREAKING NEWS! Kepala BWSS VI Diminta Copot Ketua Pokja
Direktur Utama PT Nita Cipta Usaha, Heldi Fahri didampingi Kuasa Hukumnya Ujang Saleh, menceritakan, kecurangan yang dilakukan ULP Bidang Sumber Daya Air BWSS VI, menggugurkan perusahaannya dengan mencari-cari alasan. Seperti penambahan dokumen yang diminta setelah lelang ditutup.
“Jelas secara aturan administratif mereka sudah salah. Karena, penambahan dokumen atau Post Bidding itu tidak diperkenankan. Kecuali diawal kesepakatan dokumen itu memang diminta. Ini yang akan kita buka di PTUN nanti,” ujar Heldi, kepadaSERUJAMBI.COM.
Kata Heldi, dalam proses lelang, perusahaannya sudah melakukan penawaran terendah. Namun, kenyataannya malah diberikan kepada perusahaan lain. Heldi juga menduga, ada kongkalikong dalam proses lelang tersebut.
“Ada dua paket, pertama rehabilitasi peningkatan jaringan rawa di Pematang Lumut, Tanjung Jabung Barat, nilainya Rp 20 milyar lebih. Kita menawar Rp 1,6 miliar. Dan ternyata diberikan ke PT Taman Paal Merah Indah dengan harga tawar jauh lebih tinggi Rp 600 jutaan. Kemudian ada juga paket pembangunan prasarana pengendali banjir di Batang Masumai Merangin, dengan nilai paket Rp 4,2 miliar. Diberikan kepada PT ASA Development. Di sini kita juga menawar cukup jauh,” papar Heldi.
BACA JUGA: Hari ini, BWSS VI Jalani Sidang Perdana
Tapi, sambung Heldi, yang dipersoalkannya, bukan soal harga. Namun, profesiolitas pengadaan lelang tersebut. Karena, dia mengetahui siapa di balik perusahaan pemenang lelang dua paket pengerjaan yang kini dipersoalkannya.
“Kita tahu itu perusahaan siapa. Jadi, dengan kita akan lakukan gugatan ini, kita membuka keborokan pengadaan lelang yang sudah lama terjadi. Itu tekad saya,” tegas Heldi, yang merupakan Ketua Gepeksi Kota Jambi ini.
Sementara itu Kuasa Hukum PT Nita Cipta Usaha, Ujang Saleh menambahkan, dalam gugutanya, dia meminta kepada Kementrian PUPR Republik Indonesia, melalui BWSS VI untuk membatalkan pemenang lelang, yang dinilai tidak sah dan cacat secara hukum.
“Jadi siapa yang layak seharusnya itu yang diserahkan. Tapi nanti semuanya akan kita buktikan di pengadilan,” tegas Ujang.(hry)
Loading Facebook Comments ...
Hosting Unlimited Indonesia MEDIA PARTNER: