Cincin Emas Jadi Kunci Identifikasi Jenazah Jannatun Cyntia Dewi

0
Tim Disaster Victim Identification berhasil mengidentifikasi jenazah Jannatun Cintya Dewi.(ist)
SERUJAMBI.COM – Jannatun Cintya Dewi (24) merupakan korban kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 pertama yang jasadnya berhasil diidentifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri.
Kepala Pusat Inafis Mabes Polri Brigadir Jenderal Polisi Hudi Suryanto mengatakan dalam identifikasi jenazah Jannatun Cintya Dewi, pihaknya menemukan cincin emas di jari tengah tangan kanan. Temuan cincin emas tersebut kata Hudi, setelah pihaknya mencocokkan data yang ada di ante mortem dengan jenazah korban.

BACA JUGA : Warga Australia Dilarang Naik Lion Air, di Indonesia Kapan?

“Data sekunder kita temukan jari tengah tangan kanan ada cincin emas dan kita cocokkan keterangan ante mortem sama kebiasaan pakai cincin emas di tangan kanan,” ujar Hudi di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (31/11/2018) malam.
Jannatun Cintya Dewi teridentifikasi berdasarkan lima jari di tangan kanannya. Sidik jari Jannatun Cintya Dewi teridentifikasi setelah tim DVI menelusuri dan mencocokkan sidik jari jenazah dengan sidik jari yang ada di database KTP elektronik.

BACA JUGA : Korban Lion Air JT 610, Sepatu Deryl si Pengantin Baru Ditemukan

“Kami yakini ini satu tubuh sehingga identifikasi lebih mudah. Kami memiliki peralatan yang berhubungan dengan data tunggal e-KTP. Lewat tadi itu kita ambil sidik jari dan muncul identitas seperti ini seorang perempuan. Untuk memastikan identitas yang keluar dari alat kami ini, sesuai dengan sidik jari yang bersangkutan,” ucap dia seperti dikutip Suara.com (media partner Serujambi.com).

BACA JUGA : Angkat Badan Pesawat Lion Air, TNI Pinjam Alat Kementerian ESDM

Tak hanya itu, Tim DVI juga membandingkan sidik jari jenazah untuk memastikan keakuratan data.
“Kita dapat kelingking lebih baik. Sidik jari kami bandingkan. Bila ada kesamaan dari 2 sidik jari ada 12 titik persamaan saja itu sudah dipastikan identik. Meski itu di satu jari manusia. Seandainya telunjuk yang bisa di identifikasi itu berarti identik. Di jenazah ini kami temukan 13 titik persamaan, sehingga dapat kami yakini ini adalah identitas yang bersangkutan dan identik. Artinya sidik jari mayat dan e-KTP sudah sama,” kata dia.
Selain itu, pihaknya juga memiliki data pembanding yang dikumpulkan dari pihak keluarga yakni foto ijazah dan foto saat korban melakukan swafoto.

BACA JUGA : 50 Penyelam TNI Dan Basarnas Gagal Bawa Pulang Black Box

Namun kata Hudi, sidik jari yang terlihat foto ijazah Jannatun Cintya Dewi tak bisa dicocokan karena menggunakan tangan kiri.
“Kami juga miliki data pembanding yang dikumpulkan dari pihak keluarga, foto ijazah, ini kami perbandingkan. Kemudian tengah photo dari e-KTP dan pinggir foto dari ijazah dimana ada sidik jari hanya sayang sidik jari sebelah kiri,” tandasnya.(jin)
Loading Facebook Comments ...
loading...
Hosting Unlimited Indonesia MEDIA PARTNER: