Cinta Sehidup Semati, Pasutri Tewas Terbakar di Gang Senggol

0
Pasangan suami istri
Pasangan suami istri, Robin (65) dan Winarti semasa hidup. (Istimewa)
SERUJAMBI.COM, Jambi – Cinta sehidup semati, pantas disematkan kepada pasangan suami istri, Robin (65) dan Winarti. Pasutri asal Batu Sangkar, Sumatera Barat ini tewas terpanggang pada kebakaran hebat yang melanda Kota Sungai Penuh, tepatnya di Pasar Gang Senggol Masjid Babusalam, pada Rabu (24/1/2018) sekitar pukul 12.00 WIB.
Robin yang mengalami sakit selama kurang lebih satu tahun terakhir, ini memang sulit untuk begerak. Kuat dugaan, saat terjadi kebakaran, Winarti tidak mau meninggal suaminya, padahal bisa saja Winarni menyelamatkan dirinya sendiri. Tapi dia lebih memilih menemani Robin di dalam kepungan api, sehingga mereka berdua tewas dalam kejadian itu.
Jenazah pasangan ini ditemukan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Sungai Penuh, tak jauh dari kamar mandi di dalam kios mereka yang hangus terbakar.  Kondisi ayah dan ibu dari tiga orang anak ini sudah tak bisa dikenali lagi.
Bambang anggota TRC BPBD Kota Sungai Penuh menyampaikan awalnya terjadi informasi simpang siur terkait dengan korban ini, karena sebelumnya tim mendapatkan kabar kalau ke dua korban selamat dan berada di rumah keluarganya.

“Tadi ada info mereka telah selamat, tapi kami tetap melakukan penyisiran lokasi, setelah itu kami menemukan korban,” ujarnya.
Awalnya dalam melakukan penyisiran, kata Bambang, tim menemukan perhiasal emas, setelah ditelisik lebih jauh, tim melihat tulang panggul korban.
“Setelah kita telusuri memang benar korban dua orang ditemukan, jaraknya cukup berdekatan.
Saat ini, jenazah ke dua korban sudah diberangkatkan ke kampung halaman mereka, Batu Sangkar, untuk dikebumikan di sana.
Sementara, kebakaran hebat yang terjadi menghanguskan 256 ruko dan lapak yang ada di lokasi itu.
Kepala BPBD Provinsi Jambi Bachyuni Deliansyah menyebutkan, bangunan yang hangus terbakar adalah 66 unit rumah toko atau ruko serta 190 lapak milik pedagang, serta dua unit mushola.
“Ini kebakaran terbesar yang pernah ada,” ujarnya.
Untuk kerugian akibat bencana kebakaran itu masih dihitung dan Kepolisian setempat masih melakukan penyidikan untuk mengetahui penyebab kebakaran hebat yang mengakibatkan aktivitas perdagangan di pasar itu lumpuh total.
“Kami masih melakukan pengecekan dan mendata ruko, lapak dan bangunan lainnya yang terbakar. Masih didata,” kata Bachyuni
Berdasarkan data BPBD setempat, kebakaran Pasar Sungaipenuh menghanguskan 66 rumah/ruko dan 190 lapak pedagang serta dua mushala.
Meski belum bisa dipastikan, namun untuk kerugian materil yang ditimbulkan diperkirakan mencapai puluhan miliar. Di sekitar lokasi kejadian saat ini juga tengah dipersiapkan posko pengungsian.(rzi/hry)
Loading Facebook Comments ...
loading...