Daging Beku Berdampak Buruk Bagi RPH

0
Ilustrasi. Foto: Istimewa
SERUJAMBI.COM, Sengeti – Maraknya penjual daging beku di setiap mall ternyata berimbas buruk bagi rumah potong hewan (RPH). Sedikitnya dua RPH di Muarojambi alami penurunan potongan ternak sapi.

BACA JUGA : Zumi Zola Berharap Jaksa KPK Juga Menerima Putusan Hakim

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan, Zulkarnain Kamis (6/12/2018) mengatakan bahwa biasanya pemotongan sapi di RPH bisa mencapai 10 ekor. Namun, saat ini hanya bisa memotong sebanyak 5 ekor sapi. Ini dikarenakan para pedagang banyak yang membeli daging beku yang di jual di mall ataupun pasar tradisional.
“Biasanya RPH di Sungai Bahar dan Kumpeh itu masing-masing dalam sehari memotong 5 ekor sapi. Tapi, saat ini hanya menghasilkan 2 ekor dalam sehari,” katanya kepada wartawan.
Ditambahkan, untuk para pedagang sapi yang kecil, saat ini lebih memilih menjual sapinya ketika di hari raya qurban. Karena dengan kondisi di hari biasa harga jual menurun serta berakibat tidak balik modal.
“Para pedagang kini banyak yang beli daging beku. Karena harganya pun lebih murah yakni Rp 80 ribu perkilo,” ujarnya.
Lebih lanjut, saat ini hanya ada dua RPH yang masih aktif di Muarojambi. Sebab beberapa RPH seperti di Desa Danau Kedap sudah tutup.

BACA JUGA : Setubuhi ABG, Kakek di Batanghari Ditangkap Polisi

“Karena keuntungan penjualan daging sapi segar sangat tipis, semenjak adanya daging beku tersebut,” tandasnya.(don/den)
Loading Facebook Comments ...
loading...
Hosting Unlimited Indonesia MEDIA PARTNER: