Damkar-BPBD Lempar Tanggung Jawab, Delapan Hektar Kebun Ludes Dilalap Api

0

SERUJAMBI.COM, Kerinci – Musibah kebakaran yang melanda delapan hektar kebun dan pondok warga di Perikan Tengah, Kecamatan Gunung Raya, Senin (29/1/2018) pukul 15.00, menyisakan polemik. Pasalnya, saat peristiwa terjadi pihak pemadam kebakaran (Damkar) dan BPBD malah saling lempar tanggung jawab.

Kepala Dinas Pol PP dan Damkar Kerinci, Amir Syam mengakui adanya informasi tersebut. Kata dia, pada sore saat peristiwa itu terjadi, dirinya sudah memerintahkan armada damkar yang bermarkas di Lempur terjun ke lokasi. Namun, pihaknya tidak menemukan adanya kebakaran.

“Lokasi kebakaran jauh diatas bukit, jadi susah, lagian bukan ranah kita itu ranah BPBD,” singkatnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Kerinci, Darifus saat dikonfirmasi mengaku menerima informasi tersebut. Namun, tegasnya, pihaknya tidak bisa berbuat banyak karena tim TRC sedang menjalani pelatihan di Kota Jambi.

“Tim kita masih pelatihan, harusnya damkar yang turun. Peralatannya lengkap, pada saat masih bergabung dengan BPBD dulu damkar punya pipa panjang, sudah kita beli.” jelasnya.

Sementara itu, diketahui lebih dari delapan hektar lahan perkebunan dan pondok milik warga hangus terbakar.

Informasi yang diterima, kebakaran hampir 8 jam tersebut, menghabiskan kebun dan kerugian ratusan juta rupiah.

Safwan, Salah seorang petani Perikan Tengah yang kebun kopinya hangus terbakar mengatakan, mereka memadamkan api dengan alat seadanya.

“Kebakaran terjadi begitu cepat, sehingga yang punya kebun saja yang memadamkan api, dengan peralatan seadanya,” tegasnya.

Lanjutnya, usaha pemadaman kebakaran baru membuahkan hasil sekitar pukul 23.00 WIB dimana jumlah petani dan warga yang cukup jauh dari lahan perkebunan ikut membantu pemadaman.(rzi)

Loading Facebook Comments ...
loading...