Dampak Orang Tua Selalu Menuruti Keinginan Anak

0
Dampak Orang Tua Selalu Menuruti Keinginan Anak
Dampak Orang Tua Selalu Menuruti Keinginan Anak
SERUJAMBI.COM – Menuruti keinginan anak memang bisa membuatnya bahagia, Bun. Tetapi jika berlangsung terus-menerus tanpa dibatasi, akan menimbulkan efek kurang baik. Lebih jelasnya, simak paparan ahli ini, yuk.

BACA JUGA : Tips Atasi Mata Lelah Akibat Layar Komputer

Menurut Vera Itabiliana, psikologi dari Universitas Indonesia, anak yang kemauannya selalu dituruti oleh orang tuanya akan merasa hidupnya serba mudah, padahal lingkungan di luar rumah belum tentu seindah di dalam rumah. Ini membuatnya tumbuh menjadi seorang yang tidak mandiri.
“Anak lebih rentang stres. Jadi nggak terlatih skill dia untuk menyelesaikan masalah atau untuk mendapatkan sesuatu dengan usaha,” kata Vera usai diskusi bertajuk ‘Generasi Sandwich, Milenial, dan Stres Rutinitas Harian’ di Penang Bistro Jl Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (9/11/18).

Lebih lanjut Vera mengatakan, anak yang kemauannya selalu diikuti bisa jadi pemberontak jika di kemudian hari keinginannya dibatasi. Lebih jauhnya bisa menyebabkan tantrum.

“Tantrum kan muncul biasanya di bawah usia 5 tahun, tapi kalau anaknya selalu di treatment kaya gitu, mau apa aja dikasih, tantrumnya bisa berlanjut hingga dewasa,” terang Vera.
Bagaimana dengan orang tua yang selalu melarang anaknya? Vera menjelaskan, anak yang selalu dilarang orang tuanya, akan tumbuh menjadi anak yang penakut. Ini karena dia tidak diberi kesempatan untuk mencoba dan selalu dikekang.

“Itu membuat anak merasa emang aku nggak mampu ya? Ternyata aku nggak bisa nih, dan selalu tergantung pada perlindungan orang lain,” tutur Vera.

Oleh karena itu, Vera menyarankan orang tua harus minta maaf pada anak bahwa perlakuan mereka selama ini salah dan harus berubah. Ada kalanya kemauan anak mesti dituruti, namun ada saatnya pula dibatasi.

BACA JUGA : Tren Kecantikan Baru, Wanita Berotot Kini Dinilai Lebih Seksi

“Jadi ada kalanya diikuti, kalau memang bisa. Tapi harus ada usaha dulu, misalnya naik kelas, dapat nilai bagus, dikasih hadiah. Kalau masih dalam batas aman-aman aja, anak dikasih kesempatan buat nyoba. Kalau berbahaya sekali baru dikasih larangan,” tutup Vera. (fok)

Loading Facebook Comments ...
loading...
Hosting Unlimited Indonesia MEDIA PARTNER: