Dari Larangan Sholat Berjamaah Hingga Kafirkan Lembaga Negara

0
Masjid yang dibangun oleh dugaan kelompok aliran sesat di Desa Sekernan, Kabupaten Muarojambi.(Doni/Serujambi.com)
SERUJAMBI.COM, Sengeti – Aliran sesat yang meresahkan warga Desa Sekernan, Kecamatan Sekernan, Kecamatan Muarojambi ternyata tidak hanya melarang pengikutnya solat berjamaah. Selain itu, para pengikut juga diwajibkan mengikuti ajaran-ajaran lain yang diduga tidak sesuai dengan ajaran Islam.
Baca Juga : Aliran Sesat Larang Sholat Berjamaah Resahkan Warga Sekernan
“Keterangan yang diterima warga dari ketua kelompok pengajian yakni mereka tidak mau sholat berjamaah bersama yang bukan anggotanya. Kemudian tidak sholat di Masjid yang sudah ada di desa tersebut.” tegasnya, Minggu (16/9/2018)
Baca Juga : Kades: Aliran Ini Ada Sejak 10 Tahun Lalu dan Ketua Kelompok Sempat Diusir
“Selain itu, mereka juga mewajibkan sholat Jumat untuk perempuan dan laki-laki dan bacaan dalam sholat mereka itu lebih panjang dan tidak seperti bacaan sholat pada umumnya.” tegasnya lagi.
Baca Juga : Terkait Dugaan Aliran Sesat, Kemenag: Kita Masih Tunggu Hasil Kajian MUI
Dia menegaskan, kelompok tersebut juga dengan lantang mengkafirkan lembaga pemerintahan seperti lembaga Legislatif, Yudikatif, dan Eksekutif.
“Saat ini mereka telah membangun bangunan mirip Masjid sendiri di RT 08, Desa Sekernan, sebagai tempat mereka beribadah.
Lebih lanjut, Adam menuturkan hingga saat ini MUI juga belum mengeluarkan putusan mengenai adanya penyimpangan agama yang dilakukan sekelompok orang di desanya.(don)
Loading Facebook Comments ...
loading...
Hosting Unlimited Indonesia MEDIA PARTNER: